TribunSumsel/

Di Desa Ini Tradisi Menghias Janur Pernikahan Masih Dipertahankan, Beda Banget dengan di Kota

Selain itu, adapula janur yang digantung di pinggir jalan sebagai petunjuk arah lokasi hajatan pesta pernikahan.

Di Desa Ini Tradisi Menghias Janur Pernikahan Masih Dipertahankan, Beda Banget dengan di Kota
Tribunsumsel.com/Farlin Addian
Janur yang dibuatkan rombongan pemuda di Desa Bukit Langkap Kabupaten Musirawas Utara Sumatera Selatan untuk acara pernikahan.

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Di kawasan perkotaan tradisi gotong royong antar pemuda membuat janur untuk dekorasi hajatan pernikahan sudah ditinggalkan.

Karena kebanyakan orang tidak ingin dibuat repot sehingga semua dipermudah dan hanya meminjam ditempat penyewaan.

Namun tradisi pembuatan janur ini masih kental diterapkan warga di Desa Bukit Langkap, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara Sumatera Selatan.

Sehingga setiap ada seorang pemudah desa yang mengadakan acara resepsi pernikahan, tentu sebelum pelaksanaan hari pesta rombongan pemuda berkumpul membuat janur.

Menurut Iwan (29) tradisi membuat janur untuk acara pesta pernikahan sudah turun temurun dilakukan menggunakan daun kelapa dan batang pisang yang dikelupas serta ditambah buahan untuk mempercantiknya.

"Janur ini nantinya ditempatkan di sisi kanan dan kiri pengantin yang bersanding di atas panggung sehingga terkesan mewah," kata Iwan saat dibincangi Tribunsumsel.com.

Selain itu, adapula janur yang digantung di pinggir jalan sebagai petunjuk arah lokasi hajatan pesta pernikahan.

Dikatakannya, tingkat kesulitan membuat janur ini yakni mengukir dan menyusun tempat pemasangan daun kepala dan membentuknya supaya terkesan indah dan mewah.

"Karena sudah terbiasa jadi kita tidak merasa kesulitan membuatnya," ujarnya.

Sedangkan Agus (30) juga mengatakan pembuatan janur ini merupakan kreativitas yang tidak menghilangkan budaya lokal.

"Janur ini pula bisa dibentuk sesuai keinginan misalkan seperti candi, kipas, burung dan keris maupun bintang," ujarnya.

Dikatakannya, janur untuk pengantin pria dan wanita tentu berbeda, karena ada sebuah mahkota di atasnya untuk seorang pria.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help