citizen journalism

Kuantitas Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Harus Diiringi Kualitas

Saat ini, ratusan lembaga pendidikan tinggi membuka program studi Ilmu Komunikasi. Ini trend yang sangat baik, tetapi harus dicermati pula bahwa penin

Kuantitas Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Harus Diiringi Kualitas
BERSALAMAN - Dekan FISIP UIN Raden Fatah, Prof Izomiddin, MA (kiri) bersalaman dengan Dekan Fikom Unpad Dr Dadang Rahmat Hidayat, M.Si disaksikan Rektor UIN Prof Sirozi (kanan), usai penandatangan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Fikom Unpad bertepatan dengan pelaksanaan kuliah iftitah, Rabu (13/9/2017). 

PALEMBANG, TRIBUN - Saat ini, ratusan lembaga pendidikan tinggi membuka program studi Ilmu Komunikasi. Ini trend yang sangat baik, tetapi harus dicermati pula bahwa peningkatan ini mesti diikuti dengan kualitas yang terus membaik. Tanpa itu, maka lambat laun publik akan meninggalkannya.
Demikian disampaikan oleh Dr Dadang Rahmat Hidayat, M.Si, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) dalam sesi Kuliah Iftitah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang di UIN Raden Fatah, Rabu (13/9).

Dr Dadang Rahmat yang juga mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat ini, menyatakan tingginya peminat ilmu komunikasi adalah kecenderungan yang bersifat nasional. Ini menunjukkan bidang ilmu ini memang dirasakan bermanfaat oleh publik. “Oleh karena itu, perlu dimanajemeni dengan baik dan kesempatan ini harus dimanfaatkan,” ujarnya.
Dalam perkuliahan di hadapan sekitar 250 mahasiswa baru ini, Dr Dadang juga berkata bahwa mahasiswa juga harus kreatif, tidak boleh hanya menyandarkan pada materi dosen di kelas. Prinsipnya harus mampu mengembangkan diri sendiri. “Jika tidak, maka anda akan ketinggalan. Pengalaman di Unpad menunjukkan bahwa yang kreatif itulah yang cepat maju. Prestasi mahasiswa bermunculan karena jiwa kreatif mereka memang muncul dan berkembang,” jelasnya.
Dr Dadang juga menyatakan Fikom Unpad saat ini sudah terakreditasi A, lima prodinya juga akreditas A, kecuali satu prodi terbaru berakreditasi B. “Ini tentu tidak mudah mencapainya, perlu usaha dan proses yang berkesinambungan. Kolaborasi antara pengelola lembaga dengan mahasiswa sangat penting. Karena itu, mahasiswa harus menunjukkan segala kemampuannya dan lembaga akan memfasilitasi hal tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan FISIP UIN Raden Fatah, Prof Izomiddin, MA menyatakan adanya sharing ilmu dari Fikom Unpad ini sangat baik, karena Unpad sudah jauh lebih dulu melaksanakan pendidikan ilmu komunikasi, sudah bereputasi internasional, dan mendapat pengakuan dari Dikti berupa akreditasi A. “Bahkan banyak dosen kita yang merupakan alumunus Fikom Unpad, terutama di jenjang S-2 dan S-3. Oleh karena itu, kita akan banyak belajar dari Unpad, bahkan kita akan mengirim mahasiswa untuk ikut kuliah di Fikom Unpad selama satu semester sehingga ada pengalaman keilmuan lain dari mahasiswa kita,” ujarnya.
Bertepatan dengan pelaksanaan kuliah iftitah ini, dilaksanakan juga penandatangan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Fikom Unpad. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Rektor UIN Raden Fatah, Prof Sirozi, Ph,D. Dijelaskan oleh Rektor, adanya MoA ini akan diteruskan dengan kegiatan konkrit. UIN akan belajar dan bekerjasama dengan Unpad selaku lembaga yang lebih mapan dan lebih berpengalaman. Hal ini juga disampaikan Dekan FISIP bahwa MoA kali ini lebih konkrit dan lebih jelas. Poin penting misalnya, pertukaran mahasiswa, pelaksanaan riset bersama, kegiatan kemahasiswaan bersama, publikasi ilmiah, peningkatan jaminan mutu, dan pelaksanaan even-even ilmiah secara bersama-sama. (*)
Area lampiran

Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved