Jadikan Allah SWT Sebagai Jaminan Utang, Pria ini Alami Kejadian yang Tak Terduga

Pemilik uang tersebut lalu berkata kepadanya, “Beri saya saksi yang bisa kita jadikan sebagai saksi.” Orang tersebut menjawab, “Cukup Allah SWT

Editor: M. Syah Beni

TRIBUNSUMSEL.COM- Dalam keadaan terdesak banyak orang terpaksa berhutang uang dengan orang lain.

Terutama dengan teman sendiri.

Selain tidak memerlukan jaminan juga tidak berbunga saat pengembalian.

Namun sayangnya, terkadang orang yang berhutang suka lupa dengan utangnya sendiri.

Sehingga membuat orang yang dihutangi menjadi jengkel.

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadist di atas dijelaskan bahwa di hari kiamat tentu hutang akan dimintai pertanggung jawaban.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban kebaikan kita akan menjadi tebusan dalam hari akhir nanti.

Artinya kebaikan kita akan berkurang pahalanya karena hutang yang belum di bayar.

c
c ()

Berikut ini kisah seorang yang memiliki utang dan menjadikan Allah SWT sebagai saksinya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, beliau berkata bahwa Rasulullah saw pernah bercerita:

Ada seorang dari kalangan Bani Israil datang meminjam uang sebanyak seribu dinar kepada saudaranya.

Pemilik uang tersebut lalu berkata kepadanya, “Beri saya saksi yang bisa kita jadikan sebagai saksi.”

Orang tersebut menjawab, “Cukup Allah SWT sebagai saksi kita”.

Pemilik uang tersebut lalu meminta syarat lagi, “Kalau begitu beri saya jaminan.”

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved