TribunSumsel/

Musirawas Kabupaten Termiskin ke 12 di Sumsel, Pendapatan Warga Kurang dari Rp 400 Per Bulan

Megang Sakti dan Tugu Mulyo karena kebutuhannya banyak dan penduduknya sangat padat, berbeda dengan Selangit yang jumlah penduduknya sedikit

Musirawas Kabupaten Termiskin ke 12 di Sumsel, Pendapatan Warga Kurang dari Rp 400 Per Bulan
Warta Kota/Adhy Kelana
ilustrasi pemukiman warga miskin 

Laporan wartawan Tribunsumsel.Com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS -- Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional ‎(Susenas) tahun 2016 masih menempatkan Kabupaten Musi Rawas (Mura) sebagai kabupaten termiskin ke 12 dari 17 kabupaten kota se Sumatra Selatan (Sumsel).

Meski tak mengalami perubahan secara peringkat, namun angka presentase kemiskinan di bumi Lan Serasan Sekentenan itu pada tahun 2016 mengalami penurunan dibanding tahun 2015 lalu.

Pada tahun 2015 angka kemiskinan mencapai 15,13 persen, sementara pada tahun 2016 angka kemiskinan turun menjadi 14,30 persen atau sebesar 55.500 Jiwa dari 58.000 jiwa dengan total jumlah penduduk kabupaten Mura sebesar 407.000 Jiwa.

"Dari 14, 30 persen itu rata -rata didominasi oleh petani dengan tingkat penghasilan kurang dari 400 ribu perbulan," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mura, Aidil Adha pada Tribunsumsel.com, Selasa (12/9).

Hanya saja Aidil mengaku, dari data tersebut ia belum mengetahui wilayah mana saja ‎yang kemiskinannya tinggi saat ini.

Kepala BPS Kabupaten Mura Aidil Adha saat dibincangi awak media.
Kepala BPS Kabupaten Mura Aidil Adha saat dibincangi awak media. (tribunsumsel.com/Eko Hepronis)

Namun pada tahun 2015 lalu secara presentase yang paling banyak penduduk miskinnya berada di kecamatan Selangit, sementara secara jumlah penduduk yang paling banyak penduduk miskin berada di wilayah Kecamatan Megang Sakti dan Tugu Mulyo.

"Karena Megang Sakti dan Tugu Mulyo karena kebutuhannya banyak dan penduduknya sangat padat, berbeda dengan Selangit yang jumlah penduduknya sedikit," katanya‎‎

‎Menurut Aidil, penyebab turunnya indeks kemiskinan di kabupaten Mura dikarenakan beberapa program pemerintah sudah mulai berjalan dan mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Dari sejumlah program pemerintah itu, program yang paling berpengaruh yakni ‎sektor pendidikan seperti program Mura cerdas dan program peningkatan ekonomi seperti program Mura menanam.

‎"Program Mura menanam dipekarang yang dicanangkan pemerintah saat ini sudah sangat bagus. Dengan adanya tanaman disekeliling rumah otomatis meningkatkan penghasilan rumah tangga dan program itu sangat membantu,"ujarnya

Namun sedikit disayangkan program itu belum berjalan dengan sempurna.

Lain halnya jika program itu sudah dilaksanakan secara merata di seluruh desa di Kabupaten Mura otomatis angka kemiskinan ‎di kabupaten Mura bisa menurun drastis. (Joy)

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help