TribunSumsel/

Terciduk Hina Ibu Negara

Bukan Cuma Dodik yang Ditangkap Hina Ibu Negara tapi Ada Pelaku Lain Asal Bandung, Ini Dia Sosoknya

Penangkapan Dodik, setelah dilakukan penyelidikan terhadap akun Instagram @warga_biasa.

Bukan Cuma Dodik yang Ditangkap Hina Ibu Negara tapi Ada Pelaku Lain Asal Bandung, Ini Dia Sosoknya
Kolase Tribunsumsel.com
Pelaku penghina ibu negara Dodik Ihwanto alumnus Politeknik Sriwijaya diamanakan polisi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dodik Ihwanto (21) mahasiswa asal Palembang yang kuliah di Bandung, ditangkap tim gabungan dari Polda Jabar dan Polda Sumsel karena telah melakukan penyebaran ujaran kebencian menggunakan meme terhadap ibu negara Iriana Joko Widodo di media sosial Instagram dengan nama akun @warga_biasa.

Ibu negara Iriana Joko Widodo yang mengenakan hijab, dihina menggunakan kata-kata yang tidak pantas.

Dalam akun Instagram warga_biasa dituliskan "Ibu ini seperti PELACUR pakai jilbab hanya untuk menutup aib (bukan karena iman).

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto ketika dikonfirmasi via telepon selular mengungkapkan, tersangka Dodik sudah diamankan saat pulang ke Palembang.

Penangkapan Dodik, setelah dilakukan penyelidikan terhadap akun Instagram @warga_biasa.

"Penangkapan Dodik berhasil dilakukan setelah satu orang terlebih dahulu ditangkap. Dari satu orang tersangka inilah, bila Dodik pulang ke Palembang. Jadi saat ini, yang diamankan sebanyak dua orang. Satu warga Bandung dan satu warga Palembang," ujar Irjen Agung.

Pengungkapan terhadap admin @warga_biasa karena menyebarkan ujaran kebencian terhadap ibu negara, langsung diperintahkan Irjen Agung.

Dengan informasi dari satu orang yang ditangkap di Bandung terlebih dahulu, dilakukan pengembangan untuk menangkap Dodik yang pulang ke Palembang.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto (Tribunsumsel.com/M Ardiansyah)

Polda Jabar yang berkoordinasi dengan Polda Sumsel, langsung melakukan pelacakan terhadap kebaradaan Dodik di Palembang.

Dodik akhirnya ditangkap dan setelah diamankan langsung dibawa ke Polda Jabar untuk diproses hukum lebih lanjut.

"Setelah ada UU ITE, masyarakat wajib tahu mengenai UU yang telah diatur ketika memposting sesuatu di sosial media. Masyarakat juga harus tahu, kalau menggunakan meme untuk menghina seseorang dan menyebarkannya ke sosial media dapat dipidana," jelasnya.

Meski disayangkan adanya ujaran kebencian terhadap ibu negara, namun Agung menjelaskan bila meme penghinaan yang dibuat lebih ke personal.

Apabila meme yang dibuat dan disebarkan mengandung SARA, maka bisa berdampak pada konflik.

Itulah yang harus dijaga dan masyarakat tidak menyebar meme untuk menghina seseorang ataupun SARA karena bisa dikenakan pidana.

"Kedua tersangka akan dikenakan UU ITE. Ini sebagai pembelajaran untuk semuanya, jangan sampai melakukan penghinaan terhadap orang atau SARA yang disebar ke media sosial. Karena sekarang sudah ada UU ITE yang memposting ujaran kebencian atau menghina orang akan dipidana," pungkas Agung.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help