TribunSumsel/

LSPI: Pilkada Palembang Berlangsung Diprediksi Ketat, Begini Elektabilitas Sejumlah Kandidat

Adapun margin of error sebesar ± 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara telah terlatih

LSPI: Pilkada Palembang Berlangsung Diprediksi Ketat, Begini Elektabilitas Sejumlah Kandidat
Tribunsumsel.com/Arief Basuki Rohekan
Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI) merilis survei terbaru terkait Pilkada Kota Palembang yang akan digelar 2018 mendatang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Tak ingin kalah dengan lembaga survei Saiful Mujanu Research & Consulting) kini giliran Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI) merilis survei terbaru terkait Pilkada Kota Palembang yang akan digelar 2018 mendatang.

Survei yang berlangsung pada 2 - 8 September, berhasil memetakan tingkat popularitas dan elektabilitas beberapa tokoh yang sudah mensosialisasikan diri untuk maju dalam perhelatan itu.

Peneliti LSPI Rachmayanti Kusumaningtyas menjelaskan temuan pokok survei kali ini yaitu, popularitas kandidat sudah cukup tinggi dan jarak elekbailitas antar-kandidat teratas ada dalam arsir margin of error.

Data survei mengkonfirmasi, berdasarkan tingkat popularitas dari 15 nama yang diuji, lima nama teratas saat ini adalah Harnojoyo 91,2 persen, Sarimuda 80,7 persen, Mularis Djahri 78,8 persen, Lury Elza Alex 49,8 persen dan Fitrianti Agustinda 42,2 persen.

Kedua, dari sisi elektabilitas, belum ada kandidat yang memperoleh dukungan sangat kuat (>50%).

Namun demikian gambaran top of mind tingkat keterpilihan kandidat saat ini menunjukkan data sebagai berikut; Sarimuda 13,3 persen, Mularis Djahri 10,9 persen, Harnojoyo 10,2 persen, Lury Elza Alex 3,2 persen, Fitrianti Agustinda 1,2 persen dan Yudha Pratomo Mahyudin 0,8 persen.

Ketiga, saat menguji elektabilitas 15 nama secara tertutup, didapat data berikut; Mularis Djahri 25,4 persen menempati posisi teratas disusul lima nama lainnya yaitu Harnojoyo 23,1 persen, Sarimuda 22,3 persen, Lury Elza Alex 8,5 persen, Fitrianti Agustinda 4,2 persen dan Yudha Pratomo Mahyudin 1,6 persen. Adapun pemilih yang belum menentukan pilihan (Undecided voters) mencapai 10,6 persen.

Keempat, berkaitan dengan modal dukungan yang dimiliki masing-masing kandidat, jika dikalkulasi secara keseluruhan, dukungan pemilih militan (strong supporter) semua kandidat baru mencapai 31,5%.

Hal ini menunjukan belum ada kandidat yang secara personal memiliki modal dukungan (die hard) sangat signifikan.

Temuan ini mengindikasikan, perpindahan dan perubahan dukungan pemilih sangat mungkin terjadi.

Halaman
123
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help