TribunSumsel/

Antre Berjam-jam dan Habiskan Biaya Beras, Ini Alasan Warga Enggan Rekan E KTP di Kabupaten

Jika melakukan perekaman ke Disdukcapil Kabupaten terpaksa hatus menambah pengeluaran karena jarak yang ditempuh juga cukup jauh.

Antre Berjam-jam dan Habiskan Biaya Beras, Ini Alasan Warga Enggan Rekan E KTP di Kabupaten
TRIBUNSUMSEL.COM
Proses perekaman data KTP Elektronik di Kecamatan Ilir Timur II 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Buyung (29) warga di Kecamatan Karang Kabupaten Muratara mengeluhkan pelayanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik tidak bisa dilakukan di kecamatan.

Menurut warga Dusun 6, Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya, kesulitan untuk melakukan perekaman KTP elektronik ke kecamatan karena harus ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Muratara.

"Mengingat jarak kita dari kampung ke kecamatan tidak dekat alangkah baiknya perekaman KTP elektronik bisa dilakukan di kecamatan saja," katanya.

Jika melakukan perekaman ke Disdukcapil Kabupaten terpaksa hatus menambah pengeluaran karena jarak yang ditempuh juga cukup jauh.

"Karena perekaman hanya bisa dilakukan di kabupaten pasti banyak dari kecamatan-kecamatan lain yang melakukan perekaman juga sehingga kita harus mengantre hingga berjam-jam," ungkapnya.

Warga yang mengantri saat merekam KTP elektronik di Disdukcapil Kabupaten Muratara.
Warga yang mengantre saat merekam KTP elektronik di Disdukcapil Kabupaten Muratara. (Tribunsumsel.com/Farlin Addian)

Sementara itu, Kabid Perekaman KTP elektronik di Disdukcapil Kabupaten Muratara mengatakan memang sudah mengadakan program perekaman ke kecamatan-kecamatan.

Perekaman ini baru berjalan 3 minggu, untuk saat ini melakukan perekaman di Kecamatan Nibung dan selanjutnya kecamatan lain lagi secara bergantian.

"Sistem perekaman ini kita mendatangi langsung kecamatan masing-masing dan warga desa bergantian melakukan perekaman di kecamatannya," katanya.

Menurut dia, program ini untuk mempermudah warga desa membuat KTP elektronik sehingga tidak perlu mendatangi ke Disdukcapil Kabupaten Muratara.

"Memang kita keterbatasan alat perekaman dan di kecamatan tidak ada sehingga kita melakukan perekaman membawa dua alat perekam dari kabupaten," tuturnya.

Dijelaskannya bahwa hasil perekaman ke kecamatan-kecamatan ini hanya untuk KTP yang berlaku 6 bulan saja.

Selain program ini adapula sistem jemput bola langsung door to door ke rumah warga masing-masing di Kecamatan Rupit.

"Masyarakat lebih antusiasi dengan adanya program perekaman di kecamatan ini," ujarnya.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help