TribunSumsel/
Home »

Bisnis

» News

Wow, Harga Garam Melonjak hingga 100 Persen di Sejumlah Provinsi

Harga beberapa komoditas pangan yang menurun secara signifikan berdampak pada deflasi indeks harga konsumen (IHK) pada Agustus 2017 sebesar 0,07 perse

Wow, Harga Garam Melonjak hingga 100 Persen di Sejumlah Provinsi
(KOMPAS.com/Puthut Dwi Putranto)
Petani mengecek kristal-kristal garam di dalam klakah di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Jateng, Senin (7/8/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Harga beberapa komoditas pangan yang menurun secara signifikan berdampak pada deflasi indeks harga konsumen (IHK) pada Agustus 2017 sebesar 0,07 persen.

Beberapa komoditas pangan utama yang mengalami deflasi antara lain bawang merah, bawang putih, dan ikan segar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyebut, pihaknya mengharapkan inflasi IHK pada bulan September hingga akhir tahun 2017 akan tetap terkendali.

Namun demikian, ada beberapa komoditas pangan yang tetap diwaspadai pergerakan harganya.

Komoditas pangan tersebut antara lain cabai merah, garam, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Harga beberapa komoditas pangan berupa buah-buahan juga terus diwaspadai pegerakannya, antara lain anggur dan apel.

"Cabai merada Agustus ini masih meningkat harganya meski tipis, 0,29 persen dengan andil inflasi 0,04 persen," kata Suhariyanto di kantornya di Jakarta, Senin (4/9/2017).

Selain itu, kenaikan tertinggi yang terpantau pada bulan Agustus 2017 adalah harga garam.

Secara rata-rata, kenaikan harga garam tercatat mencapai 26,22 persen.

Akan tetapi, di beberapa provinsi di Indonesia, kenaikan harga garam sangat tinggi, bahkan hingga mencapai 100 sampai 150 persen.

Halaman
12
Tags
Garam
Harga
Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help