TribunSumsel/

Gagal Panen Terong Akibat Kemarau, Petani Banting Strik Kerja Serabutan Menyambung Hidup

Lebih lanjut petani terong itu menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pihaknya terpaksa banting stir ikut kerja serabutan.

Gagal Panen Terong Akibat Kemarau, Petani Banting Strik Kerja Serabutan Menyambung Hidup
Tribunsumsel.com/Edison
Rasmita, petani terong menunjukkan batang sayur terong yang mati akibat kemarau, Jumat (25/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Kemarau yang melanda kota Prabumulih akhir-akhir ini ternyata membuat para petani sayuran khususnya petani terong mengeluh.

Pasalnya, akibat kemarau hampir seluruh batang terong mati membuat para petani merugi.

Pantauan Tribunsumsel.com di lahan pertanian di kawasan Kelurahan Sindur Kecamatan Cambai, hampir seluruh tanaman terong di lahan pertanian masyarakat mati.

Bahkan buah terong yang selayaknya dipanen minggu mendatang menjadi layu dan membusuk.

Kondisi ini membuat petani rugi, disebabkan setelah sekitar tiga bulan menunggu panen tetapi hasil yang diharapkan justru gagal dipanen.

Tidak hanya itu, terong yang dalam sekali tanam bisa 15 kali panen dan menghasilkan uang jutaan rupiah justru hilang sia-sia.

"Kami merugi dan sedih sekali, kami menanam terong ini sudah dari tiga bulan lalu dan baru dua kali panen, karena kemarau semua batang terong malah mati," ungkap Rasmita, petani terong warga. RT 01 RW 03 Kelurahan Sindur Kecamatan Cambai kota Prabumulih ketika dibincangi, Jumat (25/8/2017).

Menurut Ras, akibat matinya terong membuat dirinya mengalami kerugian jutaan rupiah mulai dari bibit, pupuk, racun rumput, upah pekerja hingga biaya listrik untuk menyiram tanaman setiap harinya.

"Selama tiga bulan itu kita pupuk terus, pakai racun rumput dan pagi-sore disiram, sudah banyak pengeluran tapi malah mati semua. Kemarin sempat dua kali panen tapi tidak banyak hanya 10 kilogram di lahan 1 hektare, merosot sekali," katanya.

Halaman
12
Penulis: Edison
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help