HUT ke 72 Indonesia Merdeka

Seniman Ini Gelar Upacara Tunggal Tak Biasa dengan Caranya Sendiri, Alasannya Bikin Haru

Pelaksanaan upacara dilakukannya dengan cara unik yakni dengan cara membentangkan ‎satu buah kain kanvas besar yang ia tulisi naskah proklamasi.

Seniman Ini Gelar Upacara Tunggal Tak Biasa dengan Caranya Sendiri, Alasannya Bikin Haru
tribunsumsel.com/Eko Hepronis
‎Baba Clasic (54) seniman lukis kota Lubuklinggau yang menggelar upacara tunggal di galeri lukisnya Jl Yos Sudarso, Kelurahan Jawa Kiri I, Kota Lubuklinggau, Kamis (17/8/2017). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.Com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Berbagai cara memperingati hari kemerdekaan dilakukan.

Salah satunya yang dilakukan oleh ‎Baba Clasic (54) seniman lukis kota Lubuklinggau yang menggelar upacara tunggal di galeri lukisnya, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Jawa Kiri I, Kota Lubuklinggau.

Pelaksanaan upacara dilakukannya dengan cara unik yakni dengan cara membentangkan ‎satu buah kain kanvas besar yang ia tulisi naskah proklamasi.

Hasil tulisan tangganya pun sama persis dengan naskah proklamasi, ‎bahkan coretan-coretan kesalahan dalam penulisan pun terlihat sama persis.

Sedangkan di kiri kanan kanvas ia pasang umbul-umbul merah putih.

Tujuannya menggagas upacara tunggal di hadapan galerinya ‎sebagai bentuk rasa cintanya dan luapan kebahagian atas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke 72.

Menurutnya bentangan kanvas ‎raksasa itu merupakan cara untuk membalas jasa para pahlawan yang tidak bisa terbalaskan.

Sebagai seorang seniman kanvas, hanya itu yang bisa ia lakukan.

"Mereka sudah mengorbankan harta benda dan nyawa. Apa yang saya perbuat hari ini belum ada apa-apanya bila dibandingkan dengan jasa-jasa mereka (pahlawan)," ungkapnya saat dibincangi Tribunsumsel.Com, Kamis (17/8/2017).

Untuk itu, ia berpesan kepada generasi muda banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghargai jasa-jasa para pahlawan bangsa.

Tidak mesti harus datang langsung ke lapangan untuk ikut upacara tapi dengan cara hal yang sederhana pun bisa.

"Kebanyakan saat ini anak-anak muda apatis. Upacara hanya dilakukan oleh pejabat-pejabat dan anak-anak sekolah. Tapi melalui profesi kita juga dapat menghargai bangsa kita sendiri," ungkapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help