TribunSumsel/
Home »

Bisnis

» News

Cek Tangki Anda Aman atau Tidak Dipakai Menampung Air, Begini Caranya

“Salah satu ancaman kesehatan dari penggunaan bahan daur ulang adalah kanker. Utamanya kanker rahim bagi perempuan,” katanya, Selasa (15/8/2017)

Cek Tangki Anda Aman atau Tidak Dipakai Menampung Air, Begini Caranya
Tribunsumsel.com/ Arief B Rohekan

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,-- Maraknya peredaran tangki/ tandon air di pasaran saat ini mengharuskan masyarakat untuk lebih teliti dalam hedak memilih produk. Sebab, tak jarang produk tangki air yang diedarkan diproduksi dari bahan daur ulang, yang tentunya dapat berdampak terhadap kesehatan.

Branding Manager PT Graha Excel Plastindo, Camelia Tjioe mengatakan, penggunaan tangki air berbahan baku daur ulang sangat berbahaya bagi kesehatan. Itu sebabnya sangat tidak direkomendasikan.

“Salah satu ancaman kesehatan dari penggunaan bahan daur ulang adalah kanker. Utamanya kanker rahim bagi perempuan,” katanya, Selasa (15/8/2017)

Untuk itu, Camelia menyarankan agar masyarakat lebih cermat dalam memilih produk tangki/ tandon air. Sebab tangki air menjadi salah satu produk rumah tangga yang berhubungan erat dengan aktivitas keluarga dengan intensitas yang tinggi.

“Mau mandi, makan atau mau kegiatan lain tentu berhubungan dengan air. Nah kalau tempat penampungan atau penyimpanannya tidak memenuhi standar kesehatan, tentu sangat berbahaya,” ucapnya.

Dia menambahkan, beda halnya dengan tangki Excel. Produk tersebut diproduksi dengan menggunakan bahan dasar High Molecule Weight-High Density Polyethylene (HMW HDPE), sehingga membuat tangki air Excel kuat tanpa sambungan. Teknologi ini sekaligus membuat tangki terlindungi dari efek perubahan warna, luntur, jamur dan bakteri.

“Tangki air pada umumnya sudah berlumut dalam waktu 3 sampai 4 bulan,” terangnya.

Untuk membedakan apakah sebuah produk tangki air itu sehat, aman dan berkualitas baik, Camelia memberi saran.

Diantaranya tangki air harus tahan pukulan, tidak mudah pecah, warnanya cerah dan tidak pudar, serta tidak berbau. Selain itu harus ada jaminan dari perusahaan yang meluncurkannya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help