TribunSumsel/

Ingin akreditasi A, Ini yang Dilakukan Universitas Muhammadiyah se Indonesia

Memiliki semua fasilitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan untuk meningkatkan akreditasi di fakultas Kedokteran dan Kesehatan.‎ Universita

Ingin akreditasi A, Ini yang Dilakukan Universitas Muhammadiyah se Indonesia
TRIBUNSUMSEL.COM/SLAMET TEGUH RAHAYU
Salah satu pembicara mengisi kegiatan pertemuan Universitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Memiliki semua fasilitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan untuk meningkatkan akreditasi di fakultas Kedokteran dan Kesehatan.‎ Universitas Muhammadiyah yang ada di seluruh Indonesia melaksanakan kegiatan Annual Meeting Asosiasi Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan, Minggu (13/8/2017).

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Hotel Horizon Ultima ini, menargetkan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan dibawah naungan Universitas Muhammadiyah se Indonesia harus segera terakreditasi A.

"Pertemuan ini bertujuan untuk membahas hal tersebut," ujar Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Yanti Rosita didampingi Ketua Pelaksana, Liza Hairani.

Yanti menyebutkan, setelah melakukan pembahasan, seminar, serta membahas artikel ilmiah dalam kegiatan ini. Nantinya, akan dibentuk kelompok kerja (pokja) di masing-masing Universitas Muhammadiyah, untuk melaksanakan target peningkatan akreditasi ini.

"Dibahas, apa saja yang kurang di Universitas Muhammadiyah di masing-masing daerah. Kita optimis, akreditasi A bakal kita genggam, karena memang rata-rata Fakultas Kedokteran dan Kesehatan ini sudah terakreditasi B," jelasnya.

Dalam kegiatan‎ kegiatan ini setidaknya ada 150 perwakilan dari 10 Universitas Muhammadiyah se Indonesia. Diantaranya di Palembang, Medan, Jakarta, Surakarta, Semarang, Jogjakarta, Malang, Surabaya, dan Makassar.

"Setelah kegiatan ini digelar, dan diterapkan di masing-masing daerah. Tahun depan akan diadakan pertemuan lagi, untuk evaluasi apa saja yang kurang dan jadi kendala," tegasnya.

Disinggung mengenai kesiapan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan di UMP. Yanti menjelaskan, untuk merealisasikan hal tersebut, saat ini UMP masih terkendala masalah SDM dan penulisan karya ilmiah. Untuk saat ini, UMP memililiki dosen di Fakults Kedokteran dan Kesehatan sebanyak 79 orang.

"Karena dosennya kurang, otomatis penulisan karya ilmiahnyapun kurang," terangnya.

Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help