TribunSumsel/

Wanita ini Tiba-tiba Teriak di Pinggir Jalan, Ternyata Baru Saja Mengalami Kejadian ini

Kawanan penjambret yang biasa beraksi di Jalan Pangeran Ratu Jakabaring Palembang, hanya bisa meringis kesakitan ketika ditangkap Polsek SU I Palemban

Wanita ini Tiba-tiba Teriak di Pinggir Jalan, Ternyata Baru Saja Mengalami Kejadian ini
Net
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kawanan penjambret yang biasa beraksi di Jalan Pangeran Ratu Jakabaring Palembang meringis kesakitan ketika ditangkap Polsek SU I Palembang.

Tersangka Fauzan (33) warga Jalan KH Wahid Hasyim Lorong Puskesmas Kelurahan 4 Ulu Kecamata SU 1 Palembang dan tersangka Gito Suwandi (25) warga Jalan Demak Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan SU 1Palembang.

Keduanya menerima hadiah dari polisi di kaki mereka karena sudah melakukan penjambretan handphone milik korban Wiwin (18) saat melintas di lokasi kejadian.

"Aku yang eksekutor, sedangkan Gito sebagai pilot. Kami berkeliling, ketika melihat korban pegang handphone langsung dipepet dan ditarik," ujar Fauzan yang meringis kesakitan, Sabtu (12/8/2017).

Sempat terjadi tarik menarik antara korban dan tersangka Fauzan.

Usai mendapatkan ponsel milik korban, keduanya berupaya kabur.

Namun, korban yang ponselnya sudah berpindah tangan berupaya meminta tolong.

Penjahat
Penjahat (Tribunsumsel.com/ M Ardiansyah)

Anggota Polsek SU I Palembang yang melakukan patroli dan mendengar teriakan korban langsung melakukan pengejaran terhadap kedua tersangka.

Meski sudah sempat diberikan peringatan untuk berhenti kabur, namun keduanya tetap terus berupaya kabur. Sehingga, hadiah timah panas polisi harus bersarang ke kaki kedua tersangka ini.

Kanit Reskrim Ipda Alkap menuturkan, kedua tersangka ditangkap sesaat ketika melakukan penjambretan terhadap korban Wiwid di Jalan Pangeran Ratu Jakabaring Palembang.

"Dari penangkapan kedua tersangka, kami amankan satu unit handphone merk advan s 5e milik korban dan
satu unit sepeda motor Yamaha Mio J warna hitam milik tersangka," ujarnya.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help