TribunSumsel/

Pembangunan Manusia Jadi Prioritas, Hidup Orang Sumsel Harus Panjang Umur, Sehat, Sejahtera

Syahrial menjelaskan pembangunan manusia adalah sebuah proses pembangunan yang bertujuan agar mampu memiliki Iebih banyak pilihan, khususnya dalam pen

Pembangunan Manusia Jadi Prioritas, Hidup Orang Sumsel Harus Panjang Umur, Sehat, Sejahtera
SRIWIJAYA POST/MAT BODOK
H Syahrial Oesman berfoto bersama warga OKI saat di rumah makan Kayuagung. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,-- Ketua DPW Partai Nasdem setempat, Syahrial Oesman (SO) membeberkan beberapa aspek penting pembangunan manusia.

Syahrial menjelaskan pembangunan manusia adalah sebuah proses pembangunan yang bertujuan agar mampu memiliki Iebih banyak pilihan, khususnya dalam pendapatan, kesehatan dan pendidikan.

Pembangunan manusia sebagai ukuran kinerja pembangunan secara keseluruhan dibentuk melalui pendekatan tiga dimensi dasar.

Dimensi tersebut mencakup pertama, umur panjang dan sehat. Kedua, pengetahuan dan ketiga, kehidupan yang layak.

"Saya mengutip UNDP, tujuan utama pembangunan manusia adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan rakyat untuk menikmati umur panjang, sehat, dan menjalankan kehidupan yang produktif," ujarnya, Kamis (10/8).

Menurutnya Pemerintah provinsi dan kabupaten kota di Sumsel, harus memerhatikan aspek pembangunan manusia ini.

Memang ada ukuran-ukuran dan indeks yang tiap tahun diumumkan, namun Syahrial menekankan pada prosesnya bukan pada angka indeksnya.

"Kalau pembangunan manusia menjadi prioritas, indeks pasti meningkat, pasti baik. Saya sendiri akan konsen ke persoalan ini khususnya menyangkut soal perekonomian pedesaan, kesehatan, lingkungan dan pendidikan," ujarnya.

Syahrial menegaskan hidup orang Sumsel harus panjang umur, sehat, sejahtera dan bahagia. Semua itu sekarang ada alat ukurnya.

Jika semua fokus bekerja dan menjalankan program pembangunan manusia ini secara kompak, serentak baik di desa, kecamatan hingga terus ke provinsi dan pusat, Syahrial meyakini IPM akan bagus dan tinggi.

"IPM tingkat provinsi itu merupakan penggabungan IPM tingkat Kabupaten Kota kemudian dibagi sejumlah kabupaten kota itu. Jadi memang harus koordinasi, harus kompak. Kalau timpang, ada yang tinggi terus lainnya rendah, ya hasilnya akan rendah," pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help