TribunSumsel/

Kawanan Begal Kembali Beraksi Korbannya Driver Ojek Online, Modusnya Baru dan Harus Waspadai

Lalu belum sampai ke tempat tujuan, ditengah perjalanan motor yang ia kendarai pun diberhentikan oleh pelaku yang berjumlah dua orang.

Kawanan Begal Kembali Beraksi Korbannya Driver Ojek Online, Modusnya Baru dan Harus Waspadai
tribunsumsel.com/Sri Hidayatun
Driver ojek online melapor ke Polresta Palembang karena menjadi korban begal, Jumat (11/8/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Aksi kawanan begal bersenpi kembali terjadi, kali ini nasib malang dialami oleh seorang tukang gojek online bernama Rian Ircandika (30).

Warga jalan A Yani lorong Gimay no 03 rt 22 rw 07 kelurahan 14 ulu kecamatan su II Palembang.

Naasnya selain kehilangan sepeda motor kesayangannya, Rian pun panggilannya harus kehilang dua unit handphone yang diambil secara paksa juga oleh pelaku begal.

Ketika mendatangi SPKT Polresta Palembang, Rian ditemani rekan kerjanya menggunakan lengkap jaket Gojek berwarna hijau hitam mengatakan kalau ketika itu dirinya sedang melintas di kawasan Seberang Ulu I.

Tempat kejadian perkara yang Rian lintasi yakni tepatnya di jalan Kh Wahid Hasyim Kertapati lorong siliwangi kelurahan 5 ulu kecamatan su I Palembang,Jumat (11/8/2017) sekitar pukul 09.00 wib.

Rian menceritakan kejadian nahas tersebur sembari sedih dengan wajah penuh ketakutan.

Ia mengatakan ketika itu dirinya hendak pergi kerja untuk mengambil orderan gojek di daerah tersebut.

Lalu belum sampai ke tempat tujuan, ditengah perjalanan motor yang ia kendarai pun diberhentikan oleh pelaku yang berjumlah dua orang.

Tanpa curiga ia pun berhenti dan pelaku berpura-pura menanyakan alamat.

Belum sempat menjawab, pelaku pun langsung mengeluarkan senpi dari balik pinggangnya dan langsung ditodongkan ke arah perutnya.

"Dia nanya alamat kepada saya pak tapi langsung mengeluarkan senpi dan langsung menodongkan ke arah saya," ungkap dia.

Karena merasa nyawanya terancam ia pun memberikan motor dan dua unit handphone miliknya yang diminta pelaku.

"Saya tak bisa berbuat apa-apa lagi pak dia mengancam akan bunuh kalau saya tidak berikan motor dan handphone saya,"ujarnya mengingat peristiwa pahit tersebut.

Ia berharap pelaku dapat segera ditangkap karena dirinya pun harus kehilangan mata pencariannya karena motornya telah diambil.

"Saya harap pelaku dapat ditangkap pak," kesalnya.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help