TribunSumsel/

Sriwijaya FC

Hanya Raih Hasil Imbang, Pelatih Sriwijaya FC Kecewa Lantaran Anak Asuhnya Bermain Seperti ini

Dengan hasil ini, laskar wong kito hanya mampu naik 1 trip ke posisi 11 di klasemen sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 dengan poin 25 dan skor

Hanya Raih Hasil Imbang, Pelatih Sriwijaya FC Kecewa Lantaran Anak Asuhnya Bermain Seperti ini
Tribunsumsel.com/ Petrus Marudut Wakatembe
DUEL - Salah satu pemain SFC, Anis Nabar berduel bola atas dengan salah satu pemain Semen Padang dalam lanjutan pertandingan Gojek Traveloka Liga 1 di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Jumat (11/8/2017). pertandingan berakhir dengan skor 0-0. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Sriwijaya FC gagal mewujudkan target mengamankan poin penuh di kandang setelah ditahan imbang tanpa gol saat menjamu Semen Padang, Jumat (11/8) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang.

Dengan hasil ini, laskar wong kito hanya mampu naik 1 trip ke posisi 11 di klasemen sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 dengan poin 25 dan skor imbang keempat kali secara beruntun saat bermain di depan publik sendiri.

Pelatih SFC, Hartono Ruslan mengaku anak asuhnya tidak dinaungi keberuntungan di derby Sumatera ini.

“Jika bermain di kandang, seri sama saja dengan kalah dan tentu kami sangat kecewa dengan hasil ini, apalagi sepanjang pertandingan SFC sangat unggul di penguasaan bola,” ungkap pelatih asal Solo ini usai pertandingan.

Menurutnya, buruknya penyelesaian akhir di lini depan membuat 3 poin yang dicanangkan sebelumnya harus terbuang percuma.

“Secara permainan, mereka sudah sangat bagus. Tetapi saat di depan gawang seperti tidak tenang menyelesaikan peluang yang tercipta,” keluhnya.

Hartono pun mengaku perubahan yang dilakukannya di laga ini dengan memasukkan Slamet Budiono tidak berjalan baik.

“Dia tidak bermain buruk, namun karena sudah lama tidak turun maka terlihat seperti bingung di lapangan. saya turunkan karena Budi punya kecepatan dan drible yang baik. Selain itu, sebentar lagi regulasi pemain U22 akan segera diterapkan kembali, tentu saya harus mempersiapkannya sebaik mungkin,” jelasnya.

Sementara itu, pelatih Semen Padang Nil Maizar mengaku sangat bersyukur anak asuhnya bisa mencuri poin di kandang lawan.

“Pemain kami berjuang luar biasa serlama 90 menit. Kunci keberhasilan malam ini karena mereka fokus dan sabar, selama ini banyak gol yang bersarang ke gawang kami karena faktor tersebut, laga ini sangat berat apalagi SFC juga bermain bagus dengan mengurung kami sepanjang pertandingan,” bebernya.

Terkait keputusannya menarik keluar Hamdi Ramdan saat pertandingan baru berjalan selama 30 menit, Nil menyebut bahwa hal ini sebagai bagian dari strategi yang diterapkannya.

“Hamdi bermain bukan di posisi idealnya, tentu saya tidak mungkin terus memaksakannya. Soal Muchlis Hadi Ning, dia baru bergabung sehari dan belum mengikuti sesi latihan, rasanya tidak mungkin memainkannya dan secara etika juga tidak bagus,” tambahnya.

Penulis: Haryanto
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help