TribunSumsel/

Begini Keseruan Warga Meraup Pundi-pundi Rupiah dari Kolam Lumpur, Omzetnya Segini Perhari

Setelah berjibaku di dalam kolam berlumpur, kata Rohim, ikan hasil tangkapan ia dan rekan-rekannya dijual ke pasar Inpres Indralaya.

Begini Keseruan Warga Meraup Pundi-pundi Rupiah dari Kolam Lumpur, Omzetnya Segini Perhari
TribunSumsel.com/Agung Dwipayana
Warga desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI) ramai-ramai menangkap ikan di kolam lumpur di sebuah telaga di dekat kawasan wisata Tanjung Senai. 

Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Agung Dwipayana

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Warga desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), ramai-ramai menyerbu sebuah kolam ikan di pinggir telaga yang telah mengering di kawasan wisata Tanjung Senai Indralaya.

Mereka membawa perlengkapan untuk menangkap ikan seperti jala, ember dan karung untuk tempat ikan.

Menurut Abdul Malik, seorang warga desa Sejaro Sakti, ia dan 14 rekannya sedang memanfaatkan lahan ikan yang dilelang kepada dan rekannya.

"Kita bisa ambil ikan sepuasnya di sini," kata Malik saat diwawancarai TribunSumsel.com, Kamis (10/8/2017).

Namun lanjutnya, tidak sembarang orang bisa mengambil ikan di kolam ikan sepanjang 50 meter dan lebar 7 meter tersebut.

Kolam ikan tersebut, kata Malik merupakan hasil patungan ia dan rekan-rekannya untuk dikuasai sepenuhnya selama panen ikan.

"Kami di sini ada 15 orang membeli kolam ikan ini seharga Rp 8 juta dari pihak pertama. Di sini ikan-ikannya liar semua," terang Malik.

Dijelaskannya, berbagai jenis ikan yang terdapat di kolam tersebut yakni ikan sepat, betok dan gabus.

Ikan-ikan ini berhak diambil oleh kelompok warga yang membeli lahan tersebut.

Rohim, warga lainnya yang juga ikut mengambil ikan di kolam mengatakan, dalam sehari ia dapat menangkap puluhan kilogram berbagai macam ikan.

"Dalam sehari, kalau saya bisa dapat kira-kira setengah pikul atau 50 kilogram ikan, baik gabus, betok dan sepat," katanya.

Setelah berjibaku di dalam kolam berlumpur, kata Rohim, ikan hasil tangkapan ia dan rekan-rekannya dijual ke pasar Inpres Indralaya.

Dalam sehari, Rohim mengaku dapat menghasilkan uang hingga Rp 1 juta jika sedang musim panen ikan.

"Kalau harga ikan betok dan sepat itu sama, Rp 7 ribu perkilonya. Kalau ikan gabus besar harganya Rp 25 ribu perkilo dan gabus kecil Rp 13 ribu, perkilo" jelasnya.

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help