TribunSumsel/

Merasa Tak Dihargai, Wabup ini Marah-marah dan Ancam Bubar, Ini Fakta yang Terjadi

Sementara kegiatan ini digelar pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPMD-P3A).

Merasa Tak Dihargai, Wabup ini Marah-marah dan Ancam Bubar, Ini Fakta yang Terjadi
Tribunsumsel.com/ Farlin Addian
tamu undangan masih mengisi buku tamu didepan ruangan yang sudah ditutup. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Wakil Bupati (Wabup) H Devi Suhartoni, sembur rombongan tamu undangan rakor kegiatan pemberdayaan kelembagaan masyarakat desa di Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara pasalnya banyak tamu undangan tidak disiplin dan datang terlambat.

Sementara kegiatan ini digelar pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPMD-P3A).

Kegiatan yang seharusnya dimulai pada pukul 09.00 wib terpaksa di skor oleh wabup hingga 20 menit karena masih menunggu tamu undangan dari kades, camat dan kepala SKPD yang belum hadir.

Pantauan Tribunsumsel.com, saat kegiatan dimulai masih sekitar puluhan kursi kosong karena tamu undangan yang belum datang.

c
c ()

Sementara kegiatan dimulai baru satu camat yang hadir yakni Camat Nibung, Meizar Sukarda dan pihak Dinas Ketahanan Pangan serta sebagian dari kades.

Bahkan, wabup meminta menutup pintu utama masuk karena tidak memperbolehkan tamu undangan yang telat masuk jalur depan.

Sehingga rombongan tamu masuk melalui pintu samping ruangan.

"Kegiatan rakor ini telah dijadwalkan mulai pukul 09.00 wib tapi setelah saya datang tamu undangan masih banyak yang belum hadir, tolong diingat ketika acara yang dihadiri saya tidak akan dimundurkan saya tidak suka orang yang tidak disiplin," kata Wabup Muratara, H Devi Suhartoni saat marah di depan tamu yang sudah hadir.

Dikatakannya, yang tidak disiplin disini camatnya dan yang paling tidak disiplin kades, kalau seperti ini bagaimana Muratara ingin maju.

kursi kosong

"Dinas yang diundang juga tidak ada yang hadir, sehingga rakor ini terkesan sangat tidak menggembirakan," katanya.

"Pembangunan Kabupaten Muratara ini harus dimulai dari desa, jadi dalam penyampaian ini tolong dengar penjelasan saya kalau tidak saya akan bubar dan pulang dari acara ini," amuknya.

Sementara, Haikal Kabid Pemdes mengatakan pihaknya sudah mencantumkan jadwal pada undangan yang disebarkan yakni hadir dikegiatan ini mulai pukul 08.00 wib.

Karena kegiatan dimulai pada pukul 09.00 wib, namun ketika kegiatan sudah dimulai nyatanya masih banyak dari kades, camat dan dinas yang belum hadir.

"Yang pasti kita sudah siap dari pagi hingga acara dimulai," ujarnya.

Penulis: Farlin Addian
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help