TribunSumsel/

Ogan Komering Ilir

Masyarakat OKI Fokus Karhutla

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tengah fokus menjaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), di 8 kecamatan yang kerap terjadi kebakaran

Masyarakat OKI Fokus Karhutla
Kepala BPBD OKI H Listiadi Martin SSos MSi 

KAYUAGUNG -- Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tengah fokus menjaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), di 8 kecamatan yang kerap terjadi kebakaran 3 tahun silam.

Delapan kecamatan yang rawan kebakaran dan memiliki lahan gambut yakni, 
Kecamatan Cengal, Sungai Menang, Tulung Selapan,  Pangkalan Lampam, Pampangan, Pedamaran Timur, Kayuagung dan Kecamatan Tanjung Lubuk.

Bupati OKI H Iskandar SE melalui Kepala BPBD OKI H Listiadi Martin SSos MSi, Senin (7/8/2017) mengatakan, sejak di katakan OKI siaga kebakaran. BPBD telah siap menjaga dan memberikan himbauan terhadap masyarakat baik pemilik lahan maupun warga yang bekerja mengambil kayu di hutan untuk tidak membuang putung rokok apabila dengan sengaja membakar.

"Sementara baru 8 kecamatan yang menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah maupun masyarakat OKI harus bersama-sama pencegah kabakaran.

Masih kata Listiadi, berdasarkan perintah Bupati OKI H Iskandar SE, kesiagaan ditingkatkan meskipun baru siaga satu. "Walaupun OKI, hari ini dituruni hujan, petugas pemantau dan pencegah kebakaran terus siaga," kata Listiadi berharap warga jangan sampai membakar apalagi dengan sengaja bisa fatal akibatnya.

Kesiagaan ini bukan tak beralaskan, karena BMKG telah mengataka bahwa OKI dan sekitarnya sudah masuk masa kemarau sehingga sangat rawan. "Berulang kali saya berharap kita sama-sama peduli api menjaga jangan terjadi adanya kebakaran," harap Listiadi panjang lebar mengingat di 8 kecamatan rawan kebakaran. Lebih lagi Air Sugihan juga menjadi perhatian.

Demikian, Dandim OKI/OI Letkol Inf Sefrianizar SSos mengatakan, kebakaran hutan yang menjadi perhatian penuh, karena ini perintah pimpinan dan kerjasama dengan pemerintah untuk sama-sama mencegah kebakaran sebelum terbakar.

"Tugas dari TNI, mencegah kebakaran bukan memadamkan kebakaran. Untuk itu, diminta kepada masyarakat agar jangan sampai membuat dan membakar kebun atau lahan kosong," rutur Sefrianizar.

Terpisah, Kapolres OKI AKBP Ade Herianto SH SIk didampingi Wakapolres OKI Kompol Ihsan SH SIk menegaskan, pihaknya tidak pilih kasih mengenai tindakan tegas terhadap pembakar lahan baik yang secara sengaja maupaun tidak sengaja, karena pihak kepolisian telah melakukan peringatan baik melalui media cetak maupun radio dan himbauan mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.

"Saya Minta kepada masyarakat OKI, untuk mematuhi danengingatkan sesama agar jangan membakar lahan," tegas AKBP Ade karena, pihak kepolisian terus gencar menjaga dan mengawasi jangan sampai terjadi kebakaran. 

Diakui Kapolres bahwa OKI 2 tahun belakangan tadi memang tak tersentuh api, berkat kerjasama baik warga petani dan pemerintah.

"Kebakaran terjadi 3 Tahun yang lalu, dan 1 tahun di landa api, kemudian 2 tahun lalu lahan di OKI tidak terbakaran karena tinggi curah hujan di OKI sehingga mengakibatkan banjir dan jalan rusak," jelas Kapolres. (Sriwijaya Post/Mat Bodok)

Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help