TribunSumsel/

Fakta Unik Dibalik Kemenangan SFC atas Borneo FC,Mulai dari Pelatih Tertinggal Hingga Alami Ini

Hampir seluruh pemain, pelatih dan official Sriwijaya FC berteriak girang usai wasit Mustofha Umarella meniup peluit tanda berakhirnya laga kontra tua

Fakta Unik Dibalik Kemenangan SFC atas Borneo FC,Mulai dari Pelatih Tertinggal Hingga Alami Ini
Tribunsumsel.com/Haryanto
Beto, Hilton, Tijani 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com,Haryanto Kurusetra

TRIBUNSUMSEL.COM --
Hampir seluruh pemain, pelatih dan official Sriwijaya FC berteriak girang usai wasit Mustofha Umarella meniup peluit tanda berakhirnya laga kontra tuan rumah Borneo FC, Sabtu (5/8) kemarin di stadion Segiri Samarinda.

Para pemain sesuai dengan keyakinannya masing-masing mengucap syukur kepada Tuhan atas nikmat tersebut.

Apalagi torehan poin penuh ini juga mengakhiri puasa kemenangan laskar wong kito yang di 4 laga sebelumnya selalu mendapat hasil imbang.

Kemenangan di kandang lawan yang selama ini terkenal angker seolah tidak dipercaya, karena tercatat sebelum laga ini Pesut Etam belum pernah terkalahkan dan baru 1 kali kebobolan di kandangnya.

Namun cerita unik tersaji di laga ini, dimana banyak kejadian yang membuat para pemain SFC seolah percaya ada jawaban dari doa mereka serta hikmah banyaknya kesulitan saat perjalanan menuju Samarinda.

Saat bertolak dari Palembang, praktis para pemain memang tidak punya banyak waktu untuk beristirahat.

“Setelah laga melawan Perseru, Rabu (2/8) malam kami pagi harinya langsung berangkat ke bandara untuk terbang ke Balikpapan. Dan baru tiba di Samarinda sekitar maghrib karena perjalanan darat cukup lama disana,” ujar Ichsan Kurniawan, salah satu pemain SFC.

Saat berangkat, rombongan pun sempat kebingungan karena saat transit dari Jakarta menuju Balikpapan, caretaker Hartono Ruslan dan 1 offisial tertinggal di bandara Soekarno Hatta.

Keduanya terpisah dari rombongan dan harus menyusul di penerbangan berikutnya ke Balikpapan. Selain itu, 1 pemain juga harus mengurus kehilangan HP yang tertinggal di penerbangan sebelumnya.

Saat tiba di Samarinda, coach Hartono pun mengalami sakit dan harus mendapat perawatan dokter.

“Perjalanan darat dari Balikpapan menuju Samarinda selama 3 jam memang membuat cukup pusing. Jalan yang berkelok-kelok sukses bikin mual,” jelas Hartono saat dihubungi Minggu (6/8) sore.

Karena seluruh pemain terkuras kondisinya, pelatih asal Solo ini pun menyebut tidak terlalu memforsir saat sesi uji coba lapangan di stadion Segiri Samarinda.

“Mereka bukan robot, pasti juga lelah seperti saya. Karena itu kami cuma recovery dan latihan ringan saja. Saya katakan bahwa banyak kesulitan saat perjalanan, namun pasti ada hikmahnya."

"Kemarin saya ingatkan kepada mereka bahwa di Palembang banyak yang mendoakan dan ingin tim ini mendapat hasil maksimal, sekarang tergantung mereka sendiri. Awalnya saya targetkan imbang, 1 poin sudah cukup tetapi kemauan serta kerja keras pemain berbuah lebih,” beber Hartono.

Penulis: Haryanto
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help