TribunSumsel/

Enggan Makan Makanan Cepat Saji karena Bahayanya, Ini Cara Bedakan Makanan Cepat Saji dan Bukan

Tidak hanya karena bahan utama yang segar, tetapi juga bumbu yang sangat meresap saat hidangan baru diangkat dari penggorengan.

Enggan Makan Makanan Cepat Saji karena Bahayanya, Ini Cara Bedakan Makanan Cepat Saji dan Bukan
(KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA)
Paket Fries Combo di Wingstop yang terdiri dari chicken wings, kentang goreng, dan minuman soda yang bebas isi ulang. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Banyak orang Indonesia yang menggemari fast food atau hidangan cepat saji. 

Meskipun fast food tidak tidak semuanya junk food, tetapi banyak orang yang tetap memerhatikan kesegaran masakan.

"Kita non fast food atau made fresh from order, yang mengutamakan kesegaran. Jadi baru kita masak saat ada pesanan. Kita nggak pernah masak ulang, atau punya simpanan masakan matang. Selalu disajikan mendadak," ujar Erin Arifin, Marketing Senior Manager Wingstop Indonesia, Senin (31/7/2017).

Erin menyebutkan bahwa makanan non fast food memiliki bahan yang sama sekali belum diolah, diungkep, dimarinasi, ataupun digoreng sebelum mendekati permintaan atau order.

Perlu waktu beberapa menit untuk menunggu hidangan jadi.

Lalu, bagaimana cara membedakan fast food dengan non fast food tanpa melongok ke dapurnya?

Karena mengutamakan kesegaran, tentunya masakan akan terasa lebih segar teksturnya.

Jika sayuran masih crunchy, jika daging akan terasa juicy dan tidak kering di dalam.

"Kalau cepat saji kan ada proses penumpukan sebelum di-order, jadi daging sudah kering terkena paparan udara. Dihangatkan terus di lemari penghangat, atau digoreng lagi jadi minyaknya bertambah," terang Erin.

Selain itu, menurutnya bumbu juga akan lebih terasa untuk hidangan seperti ayam goreng.

Halaman
12
Editor: Hartati
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help