Anggaran Raimuna Akan Dicairkan, Tapi Ketua Kwarnas Akan Tetap DiProses.

Setelah sempat mengancam akan membekukan dana pelaksanaan perkemahan pramuka penegak dan pandega Raimuna ‎Nasional karena ketua umum Kwartir Nasional

Anggaran Raimuna Akan Dicairkan, Tapi Ketua Kwarnas Akan Tetap DiProses.
tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Imam Nahrawi saat dibincangi Tribunsumsel.Com, Minggu (30/7). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.Com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU- Setelah sempat mengancam akan membekukan dana pelaksanaan perkemahan pramuka penegak dan pandega Raimuna ‎Nasional karena ketua umum Kwartir Nasional (Kwarnas) Adhyaksa Dault‎ diduga tergabung dalam organisasi Hizbut Tahrir Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Imam Nahrawi‎ memastikan anggaran pelaksanaan Raimuna Nasional tersebut tidak jadi dibekukan dan pihaknya akan segera mencairkannya dalam waktu dekat ini. 

"‎Anggarannya tidak kita bekukan lagi. Karena Raimuna sudah sebentar lagi, tentu kita membantu pelaksanaan Raimuna itu," ucapnya saat dibincangi Tribunsumsel.Com, Minggu (30/7).

Namun, Imam menegaskan soal dugaan ketua Kwarnas Pramuka yang di duga jelas-jelas terlibat dalam organisasi terlarang HTI sebagaimana video yang beredar. Pihaknya akan tetap  memprosesnya dengan cara yang berbeda.

"Soal ketua Kwarnas pak Adhyaksa Dault‎ yang dalam videonya  jelas-jelas di duga HTI. Sudah tentu akan kita proses lain dengan cara mekanisme berikutnya," ungkapnya

Sebagaimana diketahui sepekan lalu, Menpora pernah mengatakan akan  menghentikan sementara dana untuk Kwarnas Gerakan Pramuka hingga Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault menjelaskan kehadirannya dalam ulang tahun HTI, seperti terungkap dalam video.
Menurut Imam, klarifikasi ini untuk menentukan dana bantuan pemerintah terhadap organisasi pramuka tersebut. 

Bahkan ‎Imam menegaskan bahwa klarifikasi Adhyaksa Dault melalui media tidak cukup dan menunggu klarifikasi langsung secara tertulis. Hanya saja setelah muncul protes dan desakan dari berbagai pihak, Menteri Imam Nahrowi akhirnya bersedia mencairkan dana Rp 10 miliar tersebut.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved