Siska Marleni : Pancasila Dirindukan

"Kita yakini, bahwa yang hadir dalam pertemuan ini dapat menjadi corong, dalam penyebarluasan pengetahuan dan pemahaman empat pilar di lingkungannya m

Siska Marleni : Pancasila Dirindukan
Tribunsumsel.com/ Arief B Rohekan
Siska Marleni 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,---Anggota MPR-RI periode 2014-2019 dari unsur Dewan Perwakilan Daerah utusan daerah pemilihan Sumatera Selatan, Siska Marleni kembali menggelar Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan yang juga dikenal dengan Sosialisasi MPR-RI.

Peserta sosialisasi kesempatan ini adalah para pengurus dan anggota Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Palembang, para Srikandi dan Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) dibawah komando Nursyamsu M.A. H. Iding.

Narasumber kegiatan ini Joko Siswanto, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya dan Rektor Universitas Taman Siswa Palembang yang memaparkan materi Pancasila yang dirindukan.

Senada dengan nara sumber, Siska menegaskan bahwa saat ini Pancasila benar-benar dirindukan. ”Sebagai ideologi negara, hadirnya Pancasila benar-benar dirindukan dalam menciptakan suasana kondusif dan stabilitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara” papar anggota Komite IV bidang keuangan yang memperjuangkan semua bentuk dana transer daerah.

Anggota Badan Akuntabilitas Publik DPD-RI ini menambahkan sejak kelahirannya, Pancasila telah menyatukan keragaman bahasa, suku, budaya dan agama di Indonesia serta mencegah berkembangnya ideologi lain yang bersifat radikal.

“Pancasila yang ditetapkan tanggal 18 Agustus 1945 hingga tahun 1998 telah terbukti menjadi perekat keragaman yang sangat mejemuk dalam masyarakat Indonesia yang berupa keragaman bahasa, suku, budaya dan agama”. “Namun setelah terbitnya Tap MPR No. XVIII Th 1998 tentang Pencabutan Tap MPR II/1978 sebagai bentuk eforia demokratisasi, maka berbagai dampak muncul.

Pertama, konfik dan pertikaian horizontal berbasis SARAbermunculan di mana-mana.

Kedua, berkembangnya ideologi non Pancasila yang radikal.

Ketiga, intoleransi merebak dimana-mana.

Keempat, terorisme dengan bom menggelegar di berbagai tempat.

Kelima , perilaku koruptif pejabat semakin menjadi. Keenam, masyarakat linglung dan bingung tidak ada pegangan hidup” papar Siska senada dengan narsumber.

Atas dasar tersebut, Siska mengapresiasi langkah yang dilakukan pemerintah yang telah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila dan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) yang diundangkan 23 Mei 2017.

“Saya sangat mengapresiasi langkah pemerintah dalam mengembalikan kejayaan Pancasila dan mari kita kembalikan kejayaan Pancasila sebagai ideologi negara dan perekat keragaman di Indonesia” ujar Senator yang dikenal dengan dengan masyarakat ini.

Menanggapi respon salah satu peserta tentang perlunya usia pendidikan SMP dan SMA mendapatkan sosialisasi, Siska menegaskan bahwa kegiatan ini telah dilaksanakan di berbagai lapisan masyarakat dan usia.

“Kegiatan sosialisasi nilai kebangsaan yang telah saya laksanakan sejak 2014 hingga sekarang telah menjangkau semua lapisan masyarakat dan berbagai kelompok usia baik di kota maupun di desa” pungkas Senator yang aktif dalam menyerap aspirasi dan memediasi permasalahan masyarakat.

Siska Marleni
Siska Marleni (TRIBUNSUMSEL.COM/Arief Basuki Rohekan)
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved