TribunSumsel/
Home »

News

Dituntut 8,5 Tahun Penjara Hakim Berikan Putusan yang Membawa Angin Segar Bagi Korban Perkosaan

Rini mengatakan pihaknya terus berusaha mencegah terjadinya masalah ini dengan menerapkan perlindungan terpadu berbasis masyarakat.

Dituntut 8,5 Tahun Penjara Hakim Berikan Putusan yang Membawa Angin Segar Bagi Korban Perkosaan
(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)
BL (16), pembantu rumah tangga sekaligus guru ngaji yang didakwa melukai bayinya hingga meninggal dan membuangnya di tempat sampah memeluk penasihat hukumnya usai mendengar vonis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (28/7/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Tangis haru menyelimuti suasana ruang sidang ketika hakim membacakan putusan untuk BL (16).

BL adalah pembantu rumah tangga sekaligus guru ngaji yang didakwa melukai bayinya hingga meninggal dan membuangnya di tempat sampah, Kamis (28/7/2017).

Setelah sempat dijebloskan ke penjara, BL bersyukur masih ada kesempatan baginya untuk mengenyam pendidikan dan meniti masa depan yang lebih baik.

Mata BL terlihat merah karena menangis usai mendengar ia dinyatakan bersalah, namun hanya dihukum untuk pembinaan di Panti Sosial Mardi Putera (PSMP) Handayani milik Kementerian Sosial.

Majelis hakim menilai BL membuang bayinya karena ketidaktahuan soal kehamilan dan persalinan.

Dalam pertimbangannya, hakim membacakan bahwa pada 2016 silam, BL berkenalan melalui Facebook dengan Ino, pemuda berusia 21 tahun yang tinggal di Cikeusik pula namun beda RW.

Hingga suatu hari, Ino mengajak BL ke rumah temannya.

Di sana, BL dipaksa berhubungan badan meski sudah menolak, memberontak, dan berteriak.

BL pun pulang, tak menanggapi komitmen Ino yang mengaku siap menikahinya jika terjadi apa-apa.

BL juga tak memberitahukan peristiwa ini pada orangtuanya.

Halaman
1234
Editor: Hartati
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help