TribunSumsel/

Mereka Terus Berjuang

Kisah Bu May Penjual Gado-gado yang Berangkat Umrah, 3 Bulan Sebelumnya Baru Kehilangan Sosok ini

Meskipun usia tak muda lagi yaitu 53 tahun, Marwati atau yang dikenal Buk May merupakan penjual Gado-Gado yang ada di Jalan KH. A. Azhari No. 25

Kisah Bu May Penjual Gado-gado yang Berangkat Umrah, 3 Bulan Sebelumnya Baru Kehilangan Sosok ini
Tribunsumsel.com/ Linda Trisnawati
Bu May penjual gado-gado 

Saat Anda ke Pasar 7 Ulu Palembang, jangan heran kalau melihat tempat yang jual Gado-Gado ramai pengunjung, namanya Gado-Gado Bu May.

Saking ramainya di sini saat Anda akan membeli diberikan nomor antrian loh.

"Kami berikan nomor antrian biar tertib dan aman. Soalnya kalau gak dikasih nomor antrian nanti dibilang pilih kasih, soalnya ramai," ujar Bu May sembari terus meracik Gado-Gado tanpa henti, Senin (24/7/2017).

Gado-Gado yang dijual Bu May ini sudah ada sejak tahun 1999.

c
c ()

Bahan yang digunakan sama seperti Gado-Gado pada umumnya yaitu kangkung, camba, kubis, timun, tomat, tahu, lontong dan bumbu kacang khas Gado-Gado.

Saat Tribun Sumsel berkesempatan mencicipi, bumbu kacang yang digunakan butiran-butriannya masih terasa, sehingga saat dimakan terasa kres-kres berpadu dengan sayur dan lontong tentunya menambah kenikmatan saat memakannya.

"Seporsi Gado-Gado hanya dijual Rp 10 Ribu. Setiap harinya bisa habis lebih dari 60 bungkus. Untuk kacangnya sehari bisa habis 10 kg. Kami buka mulai Pukul 09.00 hingga habis. Biasanya pukul 12.00 sudah habis," bebernya.

c
c ()

Sementara itu Sari pelanggan yang sedang antri membeli Gado-Gado mengatakan, kalau ia sering membeli Gado-Gado di sini karena rasanya enak dan harganya terjangkau.

Bahkan ia datang dari 2 Ulu ke Pasar 7 Ulu ini.

Sedangkan Lia, pelanggan yang sudah mengantri selama 30 menit mengatakan, kalau ia sering membeli Gado-Gado di sini karena memang rasanya pas dilidah.

"Kalau antri itu paling cepet 30 menit baru dapat, bahkan terkadang sudah selesai belanja dari pasar masih belum dipanggil nomor antrinya karena memang banyak yang antri," bebernya.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help