TribunSumsel/

Tidak Main-mian Setya Novanto Diduga Rugikan Negara Rp 2,3 Triliun dari Proyek E KTP

Novanto diduga ikut mengakibatkan kerugian negara Rp 2,3 triliun dari nilai proyek Rp 5,9 triliun.

Tidak Main-mian Setya Novanto Diduga Rugikan Negara Rp 2,3 Triliun dari Proyek E KTP
(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)
Ketua DPR Setya Novanto seusai diperiksa di Gedung KPK Jakarta, Jumat (14/7/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA -  Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua DPR Setya Novanto berada di kediamannya di Jalan Wijaya XIII, Jakarta Selatan, saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan penetapan tersangka dirinya terkait kasus dugaan korupsi e-KTP.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menyampaikan, Novanto saat ini dalam keadaan sehat.

Novanto bahkan sempat memimpin rapat DPP Golkar di kediamannya setelah pengumuman status tersangka oleh KPK.

"Kondisi terakhir Pak Novanto sekarang ini sehat walafiat. Dan tadi masih sempat memimpin rapat kami. Rapat singkat DPP Partai Golkar," ujar Idrus di depan kediaman Novanto, Senin (17/7/2017) malam.

Dalam rapat tersebut, Idrus menyatakan ada beberapa keputusan yang akan diambil.

Di antaranya, yakni akan menggelar rapat pleno di Kantor DPP Partai Gokar, di Slipi, Jakarta Barat, Selasa (18/7/2017) siang.

"Bahwa DPP Partai Golkar besok rapat pleno jam 14.00 WIB di DPP Golkar, tapi sebelum itu kami sudah menyampaikan pernyataan tadi," kata Idrus.

"Secara organisatoris kalau ada isu ya sekarang ini maka kami jawab tadi bahwa seluruh jajaran keluarga besar DPD I Golkar se-Indonesia, DPP Golkar solid tetap memberikan dukungan ke Bung Setya Novanto," lanjut dia.

KPK menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka.

Ketua Umum Partai Golkar itu diduga terlibat dalam korupsi proyek e-KTP.

Halaman
1234
Editor: Hartati
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help