TribunSumsel/

Sertifikat Inilah yang Wajib Dimiliki Mahasiswa Agar Tak Sulit Cari Kerja

Tenaga kerja konstruksi wajib memiliki sertifikat keahlian dan keterampilan termasuk K3 konstruksi dan perusahaan wajib memperkerjakan tenaga kerja

Sertifikat Inilah yang Wajib Dimiliki Mahasiswa Agar Tak Sulit Cari Kerja
Tribunsumsel.com/Andri Hamdillah
Universitas Bina Darma bekerja sama dengan Asosiasi Ahli K3 Kontruksi menggelar pelatihan bagi calon lulusan Mahasiswa agar bisa mendapat sertifikat ahli K3 Konstruksi, Selasa (18/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Andri Hamdillah

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Universitas Bina Darma bekerja sama dengan Asosiasi Ahli K3 Kontruksi menggelar pelatihan bagi calon lulusan mahasiswa agar bisa mendapat sertifikat ahli K3 Konstruksi, Selasa (18/7/2017).

Pelatihan sendiri digelar pada hari Selasa-Sabtu, tepatnya di gedung Aula Hotel Garuda Mas Lantai 3 Jalan Ahmad Rivai dekat simpang empat lampu merah.

Pelatihan ahli muda K3 Konstruksi angkatan 207 sendiri melibatkan 112 mahasiswa Bina Darma jurusan Teknik Sipil dan Teknik Industri.

Menurut Serketaris Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) A2k4-i Sumsel Irfa Kodri tujuan pelatihan sendiri agar peserta dapat melatih kompetensi ahli keselamatan dan kesehatan kerja.

Irfa Kodri juga menjelaskan menurut undang - undang Nomor 2 tahun 2017 tentang jasa konstruksi, tenaga kerja konstruksi wajib memiliki sertifikat keahlian dan keterampilan termasuk K3 konstruksi dan perusahaan wajib memperkerjakan tenaga kerja tersebut.

Irfa Kodri juga menambahkan bagi perusahaan yang menggunakan tenaga kerja tidak bersertifikasi diproyeknya, maka akan terkena sanksi administrasi dan sanksi paling tinggi akan dilakukan tindakan penghentian pekerjaaan oleh Owner.

"Khusus untuk mahasiswa sertifikat K3 ini berfungsi sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang mempunyai kegunaan khusus agar mahasiswa tidak kesulitan mencari pekerjaan setelah lulus bangku kuliah.

Pelatihan sendiri dimulai pada pukul 07.30 sampai 17.30 dan untuk biaya pendaftaran sendiri sebesar Rp 1 juta dua ratus ribu permahasiswa.

Ketua Program Studi Teknik Industri sekaligus Ketua Panitia penyelenggara Christofora Desi Kusmindari menjelaskan ada syarat tertentu bagi mahasiswa yang ingin mengikuti pelatihan, setiap mahasiswa diwajibkan sudah menginjak minimal Semester 5 ke atas.

"Mahasiswa harus Semester 5, dibawah Semester 5 belum diperbolehkan karena mahasiswa tingkat atas sudah mendekati dunia kerja", jelasnya.

Desi 'sapaan akrab' juga berharap agar mahasiswa Bina Darma 'Bidar' dapat bersaing di dalam dunia pekerjaan setelah meninggalkan bangku kuliah.

Penulis: Andri Hamdilah
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help