TribunSumsel/

Nenek Nikahi Bujang 16 Tahun

Meski Belum Genap 17 Tahun, Slamet Diberikan KTP Karena Lakukan Ini

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan akan memberikan kartu tanda penduduk

Meski Belum Genap 17 Tahun, Slamet Diberikan KTP Karena Lakukan Ini
selamat rohaya hitam putih 

TRIBUNSUMSEL.COM-Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan akan memberikan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) kepada  Selamat Riyadi, remaja berusia 16 tahun yang menikah dengan Rohaya (71) pekan lalu.

Hal itu karena meskipun Selamat belum genap berusia 17 tahun, namun dia sudah berstatus sebagai kepala keluarga.

"Kami akan membantu proses pembuatan KTP-Elektronik untuk Selamat dan nenek Rohaya pasangan beda usia itu," kata Kabid Pencatatan Kependudukan OKU, Rasidi Markan seperti dilansir Antaradi Baturaja, Senin (17/7/2017).

Rasidi menyebutkan, pihaknya sudah menghubungi pemerintah Desa Karangendah agar membantu pengurusan dokumen kependudukan bagi pasangan tersebut. 

"Kemarin kita sudah sampaikan ke petugas registrasi desa untuk membantu mereka mengurus dokumen kependudukan (KK dan KTP), karena jika tidak segera diurus dikhawatirkan datanya tenggelam," sebutnya.

Dia mengatakan, Rohaya dan Slamet harus melengkapi dokumen pendukung, seperti buku nikah sebagai kelengkapan administrasi pemembuatan Kartu Keluarga (KK) dan KTP.

"Kami siap melayani dan membantu masyarakat yang memang sudah berhak mendapat KTP, kebetulan pasangan Rohaya-Slamet ini salah satunya masih di bawah umur," ujarnya.

Seperti diberitakan seorang remaja berusia 16 tahun, Selamat Riyadi menikahi Rohaya binti Kiagus Muhammad Jakfar yang telah menginjak usia 71 tahun.

Pernikahan unik ini terjadi di Dusun 1 Desa Karangendah, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten OKU. Akad nikah dipandu oleh Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N) desa setempat atas nama Ibnu Hajar.

Wali dari mempelai perempuan atas nama Raup (75) memberi wali berwakil kepada P3N Ibnu Hajar dengan saksi pernikahan masing-masing atas nama Komaruddin dan Charles.

Prosesi pernikahan berlangsung khusuk dan sederhana dihadiri Kepala Desa Karangendah Cikani dan masyarakat serta perwakilan dari Polsek Lengkiti.

 

Sejumlah pegawai menggugat aturan larangan menikah dengan rekan kerja di perusahaan yang sama.(Kompas TV)
Editor: Muhamad Edward
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help