TribunSumsel/

Jadi Tersangka Korupsi E KTP, Setya Novanto Masih Jabat Ketua DPR dan Merasa Dizalimi

Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo, Novanto diduga menguntungkan diri atau orang lain atau korporasi.

Jadi Tersangka Korupsi E KTP, Setya Novanto Masih Jabat Ketua DPR dan Merasa Dizalimi
(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)
Ketua DPR RI Setya Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto menghargai keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi yang menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik atau e-KTP.

Meski begitu, Novanto membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya itu.

"Saya percaya bahwa Allah SWT Maha Tahu apa yang saya lakukan, dan Insya Allah apa yang dituduhkan itu tidak benar," kata Novanto dalam konferensi pers di Gedung DPR, Selasa (18/7/2017).

Mengenai langkah selanjutnya, Setya Novanto pun akan patuh dan taat terhadap undang-undang yang ada.

"Saya menghargai proses hukum yang ada. Sebagai warga negara yang baik, akan ikuti dan taat pada proses hukum sesuai undang-undang yang berlaku," ucap Novanto.

KPK menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka pada Senin (17/7/2017).

Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo, Novanto diduga menguntungkan diri atau orang lain atau korporasi.

Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan.

Jaksa KPK sebelumnya meyakini adanya peran Setya Novanto dalam korupsi proyek e-KTP.

Jaksa yakin tindak pidana korupsi yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu dilakukan bersama-sama Setya Novanto.

Halaman
12
Editor: Hartati
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help