TribunSumsel/

Fadli Zon Sebut Revisi UU Pemilu Tidak Masuk Akal dan Sengaja Dibuat Untuk Menjegal Prabowo

Sebab, Pemerintah bersikukuh tidak ingin mengubah ambang batas presiden (presidential threshol) dalam revisi UU Pemilu.

Fadli Zon Sebut Revisi UU Pemilu Tidak Masuk Akal dan Sengaja Dibuat Untuk Menjegal Prabowo
Ihsanuddin/KOMPAS.com
Presiden terpilih Joko Widodo akhirnya bertemu mantan calon presiden Prabowo Subianto, Jumat (17/10/2014). 

Bahkan, konfigurasi koalisi pun sudah berubah sejak tiga partai anggota Koalisi Merah Putih (KMP), yakni PPP, Golkar dan PAN merapat ke pemerintah.

"Ya kami kan tidak bodoh lah ya. Bahwa partai-partai itu juga bisa direkrut sedemikian rupa atau digalang sedemikian rupa. Saya kira itu politik," tuturnya.

Pihaknya juga telah bersiap menempuh semua langkah, termasuk mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) jika angka presidentjal threshold yang diketok 20-25 persen.

Hal itu, kata Fadli, agar demokrasi tetap pada aturan.

"Sekarang pemerintah berusaha menggalang koalisi yang sebesar-besarnya dengan suara parpol dan threshold yang mau dikuasai, didominasi sehingga nanti tidak ada calon lain," kata Fadli.

Panitia Khusus telah selesai membahas RUU Pemilu.

Pembahasan menyisakan lima isu krusial yang akan diputuskan pada Rapat Paripurna pada 20 Juli 2017.

Keputusan bisa diambil dengan cara musyawarah mufakat atau voting.

Saat ini, Pansus telah menyiapkan lima paket opsi untuk dipilih agar segera bisa diputuskan pada Rapat Paripurna.

Kelima isu krusial tersebut, yakni ambang batas pencalonan presiden, ambang batas parlemen, sistem pemilu, sebaran kursi perdaerah pemilihan, dan metode konversi suara.

Berita ini sebelumnya sudah diterbitkan di Kompas.com dengan judul Fadli Zon: Pemerintah Berusaha Jegal Prabowo Jadi Capres 2019

Editor: Hartati
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help