TribunSumsel/

Gara-gara Ada Ini, Pasar Perumnas Sako Jadi Seperti Kuburan

Suasana Pasar Perumnas Sako mendadak ramai, Sabtu (15/ 07/2017) pagi saat kedatangan Wakil Walikota Palembang, Fitriani Agustinda SH.

Gara-gara Ada Ini, Pasar Perumnas Sako Jadi Seperti Kuburan
Jessi Carina
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Yohanes Tri Nugroho

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Suasana Pasar Perumnas Sako mendadak ramai, Sabtu (15/ 07/2017) pagi saat kedatangan Wakil Walikota Palembang, Fitriani Agustinda SH.

Fitriani yang datang bersama sejumlah pejabat teras pemerintah kota langsung diberondong keluhan para pedagang mengenai sepinya pasar yang disebabkan oleh kehadiran PKL yang berjualan di pinggir jalan.

" Sudah dua tahun saya nyewa disini, ramainya cuma sampai jam 9 selebihnya sepi seperti kuburan, kami terus merugi kalau terus seperti ini, ‎ tidak tahu sampai kapan," ungkap Pedagang Ayam, Sarpudi (61) dibincangi Tribunsumsel.com.

Ia mengungkapkan kehadiran para pedagang yang berjualan diluar pasar membuat para pedagang yang berdagang di dalam menjadi iri.

Dan tidak sedikit dari mereka akhirnya ikut ikutan berjualan di luar bersama pedagang lain.

Wakil Walikota Palembang, Fitriani Agustinda SH  berdialog dengan para pedagang di pasar Ikan Sako. ?
Wakil Walikota Palembang, Fitriani Agustinda SH berdialog dengan para pedagang di pasar Ikan Sako. ? (TRIBUNSUMSEL.COM/YOHANES TRI NUGROHO)

Dirinya berharap pemerintah kota, dapat konsisten dalam menegakkan Perda kawasan yang dipergunakan para pedagang diluar pasar merupakan fasilitas umum dan ruang terbuka hijau.

"Kami sudah tertib berjualan di dalam pasar, tapi malah yang diluar dibiarkan begitu saja, kami sangat kecewa dengan kinerja Pol PP dan Kecamatan," jelas pria asal Kabupaten Empat Lawang itu.

Sementara, Fitriani Agustinda SH mengharapkan seluruh pihak dapat menjaga kelangsungan pasar di kawasan perumnas Kenten.

Hal itu dilakukan dengan tidak berdagang di kawasan ruang terbuka hijau dan fasilitas umum yang berada di depan pasar.

" Kita semua harus saling menjaga baik pedagang maupun pembeli, pedagang harus berjualan didalam, sementara pembeli silahkan membeli keperluan di dalam pasar," ungkapnya

Ia menambahkan telah mengintruksikan pihak kecamatan yakni kecamatan Sako dan Polisi Pamong Praja untuk dapat menertibkan PKL yang membangun lapak di luar pasar.

Menurutnya, intruksi yang diberikan merupakan intruksi terakhirnya.

Dan dirinya tidak ingin melihat kehadiran PKL yang berjualan diluar kawasan pasar dan menyebabkan pedagang diidalam pasar sepi pembeli.

" Saya ingatkan ini merupakan intruksi terakhir saja, semua pedagang harus berdagang didalam tanpa terkecuali, taruhannya jabatan Pol PP dan Camat Sako," tegasnya

Penulis: Yohanes Tri Nugroho
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help