TribunSumsel/

Rapat Evaluasi Satgas Perbaikan Jalan Rusak, Perusahaan Nakal akan Dicabut Izin

Ahmad Syamsir mewakili Forum CSR OKI menambahkan, pihaknya kecewa karena permohonan fasilitas kendaraan operasional tidak dikabulkan.

Rapat Evaluasi Satgas Perbaikan Jalan Rusak, Perusahaan Nakal akan Dicabut Izin
Sripoku.com/Mat Bodok
Kepala Bappeda OKI Makruf CM SIP MM memimpin rapat satuan petugas penanggulangan jalan rusak di wilayah OKI. 

KAYUAGUNG -- Rapat satuan petugas (Satgas) penanggulangan jalan rusak di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), tak didukung penuh oleh perusahaan yang ada di OKI. Lantaran, rapat tadi hanya dihadiri staf perusahaan yang tak berkompeten.

Tak hadirnya pimpinan perusahaan atau tim CSR dari 29 perusahaan yang masuk dalam Satgas yang telah diundang dalam rapat evaluasi di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) OKI, Kamis (13/7/2017) hanya separuh perusahaan perkebunan dan camat.

Hal ini tentu mendapat reaksi keras dari Kepala Bappeda OKI Makruf CM SIP MM selaku pimpinan rapat.

"Rapat ini, termasuk perusahaan apa saja yang tidak hadir akan saya laporkan ke bupati," janji Makruf karena dirinya atas perintah Bupati OKI H Iskandar SE, untuk menindaklanjuti kerusakan jalan yang dilalui oleh perusahaan.

Makruf juga menyapa staf dari PT Bumi Mekar Hijau (BMH) yang mengutus karyawan tak berkompeten menghadiri rapat itu.

"Mana manajernya, tolong ditelpon sejauh mana perbaikan jalan di wilayahnya sampai sekarang," kata Makruf pada salah seorang ibu-ibu perwakilan dari PT BMH.

Tak hanya itu, Kepala Bappeda didampingi H Sujasmin selaku Sekdin PU dan Penataan Ruang OKI menyindir sejumlah Satgas (perusahaan) di zona perbaikan jalan Kayuagung-Sepucuk yang tidak hadir rapat kemarin.

"Perbaikan jalan di zona ini hanya 4 KM dan memang sudah selesai, tapi alangkah baiknya jika Satgasnya hadir. Ini akan saya laporkan ke bupati pada undangan berikutnya," tutur Makruf dan dirinya minta agar perusahaan melaporkan kegiatannya dengan tepat berdasarkan fakta di lapangan.

Peringatan keras bahkan dilontarkan Makruf saat rapat.

"Jika 3 kali berturut diundang tetap tak hadir, maka kami serahkan kepada yang berwajib," tegasnya seraya memandang Kadin perizinan H Asmar Wijaya MSi, yang berwenang mengeluarkan izin operasional dan HGU perusahaan.

Halaman
12
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help