TribunSumsel/

Wajar Saja Air yang Didistribusikan Kotor dan Hitam, SPAMnya Saja Tidak Terawat Seperti Ini

Sementara, Kepala Desa (Kades), Umar Aziz mengatakan SPAM tersebut masih berfungsi dan petugas yang menjaganya ada.

Wajar Saja Air yang Didistribusikan Kotor dan Hitam, SPAMnya Saja Tidak Terawat Seperti Ini
Tribunsumsel.com/Retno Wirawijaya
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Warga di Desa Karang Dapo 1, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara keluhkan penyaluran air Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berwarna hitam yang tidak layak konsumsi.

Pantauan Tribunsumsel.com, memang lokasi SPAM di Desa Karang Dapo 1 ini tampak tidak terawat karena banyak semak dan rerumputan tinggi.

Zamzami (27) warga setempat mengatakan sejak pertama SPAM itu didirikan airnya bersih dan jernih serta bisa dikonsumsi masyarakat banyak.

"Namun sejak ada pemindahan jalur sungai Rawas untuk menghindari longsor tebing keadaan air SPAM jadi memburuk," kata Zamzami saat ditanyai Tribunsumsel.com, Kamis (13/7/2017).

Karena ada air sungai hitam yang mengalir langsung ke sungai Rawas tepat berdekatan dengan pipa SPAM, sehingga pipa SPAM menyedot air berwarna hitam tersebut.

Inilah kondisi SPAM di Desa Karang Dapo 1 yang tidak dirawat padahal sudah ada petugas yang menjaganya.
Inilah kondisi SPAM di Desa Karang Dapo 1 yang tidak dirawat padahal sudah ada petugas yang menjaganya. (Tribunsumsel.com/Farlin Addian)

"Tapi SPAM ini masih berfungsi walaupun warna airnya hitam. Namun hanya bisa dimanfaatkan untuk mencuci pakaian dan peralatan dapur," tuturnya.

Menurut dia, pakaian yang dicuci pun tidak bisa yang berwarna putih karena bisa berubah warna, tentu saat ini warga kurang nyaman untuk memanfaatkan air SPAM tersebut.

"Untuk mendapatkan air bersih untuk memasak dan minum kita terpaksa meminta air sumur milik tetangga yang memiliki sumur galian atau bor," ujarnya.

Sementara, Kepala Desa (Kades), Umar Aziz mengatakan SPAM tersebut masih berfungsi dan petugas yang menjaganya ada.

"Ya, air yang disalurkan ke rumah-rumah warga memang berwarna hitam," ujarnya.

Menurut dia, walaupun airnya berwarna hitam tetap dimanfaatkan warga untuk mencuci peralatan dapur dan pakaian kotor.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help