TribunSumsel/

Ayo Deteksi Dini Kanker Serviks Jangan Sampai Terlambat dan Menyesal Kemudian Hari

Sementara di tingkat Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), tercatat ada 6.938 kasus dengan total biaya sekitar Rp 87,1 miliar.

Ayo Deteksi Dini Kanker Serviks Jangan Sampai Terlambat dan Menyesal Kemudian Hari
Tribunsumsel.com/Slamet Teguh Rahayu
Sosialisasi dari bpjs yang diadakan di Puskesmas AAL 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ibu-ibu yang berada di kawasan Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL) sejak pagi sudah berdatangan di Puskesmas AAL.

Mereka datang untuk berpartisipasi dalam kegiatan bulan deteksi dini kanker serviks bagi peserta JKN-KIS diseluruh Indonesia.

Satu persatu perserta yang didominasi oleh ibu-ibu ini langsung mendaftarkan dirinya dan selanjutnya melakukan pemeriksaan deteksi dini melalui IVA atau Papsmear, yang merupakan program unggulan bagi para peserta JKN-KIS untuk menekan prevalensi kanker serviks.

Menurut Deputi Direksi Wilayah Sumsel Kep. Babel dan Bengkulu, Erna Wijaya Kesuma‎, mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) BPJS Kesehatan ke 49.

"Kegiatan ini selenggarakan diseluruh Indonesia mulai tanggal 13-31Juli 2017," terangnya.

Menurut Erna, berdasarkan data peserta BPJS Kesehatan secara nasional tahun 2016, jumlah kasus kanker serviks di tingkat pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) mencapai 12.820 kasus dengan total biaya sekitar Rp 56,5 miliar..

Sementara di tingkat Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), tercatat ada 6.938 kasus dengan total biaya sekitar Rp 87,1 miliar.

“Layanan pemeriksaan IVA/Papsmear ini dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan, sehingga peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir dengan biayanya," katanya.

Ernapun menerangkan‎, kanker serviks biasanya baru terdeteksi ketika sudah masuk stadium lanjut, di mana proses pengobatan yang harus dilakukan menjadi lebih sulit dan biaya pengobatannya pun menjadi lebih mahal.

Namun dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kanker serviks sebetulnya paling mudah dicegah dan dideteksi.

"Caranya dengan melakukan deteksi dini dan pemberian vaksinasi," ungkapnya.

Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help