TribunSumsel/

Bahannya Dari Banyuasin, Dibuat di Palembang Dipasarkan ke Kayuagung dan Muara Enim

Hasil kreasinya banyak diborong orang untuk dijual kembali seperti ke Kayu Agung dan Muara Enim.

Bahannya Dari Banyuasin, Dibuat di Palembang Dipasarkan ke Kayuagung dan Muara Enim
TribunSumsel.com/Agung Dwipayana
Ketupat 

Laporan Wartawan TribunSumsel.Com, Iswahyudi

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Jelang Idul Fitri, kulit ketupat mulai diburu masyarakat Kota Palembang.

Pengrajin pun banjir orderan daun ketupat ini.

Seperti yang dialami Ita Wati (41), warga Lorong Jaya Laksana RT 12 RW 03 Kelurahan 3/4 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I.

Ia mengaku sudah membuat anyaman ketupat 15 hari sebelum puasa.

"Satu hari saya sendiri bisa hasilkan 200 sampai 300 daun ketupat.  Sudah tiga ribuan saya bikin sejak sebelum puasa sampai sekarang," katanya pada TribunSumsel.Com, Selasa (20/6/2017).

Daun ketupat hasil kreasinya dibuat dari daun nipah yang dibawa pengepul dari daerah Pasang Surut Banyuasin.

Satu ikat daun nipah tanpa batang lidi dibelinya Rp 1500.

ANYAM KETUPAT -- Pengrajin daun ketupat, Ina Wati sedang menganyam daun ketupat pesanan pelanggan di kediamannya, Selasa (20/6/2017).
ANYAM KETUPAT -- Pengrajin daun ketupat, Ina Wati sedang menganyam daun ketupat pesanan pelanggan di kediamannya, Selasa (20/6/2017). (Tribunsumsel.com/Yohanes Iswahyudi)

"Satu ikat itu biaa hasilkan 200an daun ketupat," katanya.

Iya Wati tidak memilih daun kelapa karena susah mendapatkannya.

Hasil kreasinya banyak diborong orang untuk dijual kembali seperti ke Kayu Agung dan Muara Enim.

Daun ketupat yang dijualnya berdasarkan ikatan.

Satu ikatan berisi 10 daun ketupat dijual Rp 1500.

Namun tahun ini ia mengaku permintaan tidak terlalu ramai seperti tahun sebelumnya.

Penulis: Yohanes Iswahyudi
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help