12 Tahun Lalu Hidupnya Hancur Karena Terkena HIV, Sekarang Ia Lakukan Tes Lagi Ternyata

Wanita tersebut didiagnosis dengan HIV pada 12 tahun lalu ketika seorang gurunya membawa dia melakukan tes darah.

mynewshub
Suthida Saengsumat 

TRIBUNSUMSEL.COM - Seorang ibu muda ingin menggugat Kementerian Kesehatan Publik Thailand.

Karena salah memvonis dirinya sebagai positif virus HIV ketika usianya delapan tahun.

Suthida Saengsumat yang kini berusia 23 tahun menuntut kompensasi dari pihak pemerintah.

Karena kesalahan itu telah menghancurkan masa kecilnya.

Lapor The Bangkok Post dari mynewshub, ibu rumah tangga yang berasal dari wilayah Roi Et di utara Thailand itu mengatakan.

Dia dijauhi oleh teman-temannya hanya karena penyakitnya itu.

"Setiap malam saya menangis seorang diri di rumah."

"Uang tidak mampu membayar kembali apa yang saya hilang sebelum ini.

"Saya terpaksa berhenti sekolah dan menjadi seorang yang kurang berpendidikan."

"Meskipun cita-cita saya ingin menjadi dokter," katanya.

Wanita tersebut didiagnosis dengan HIV pada 12 tahun lalu ketika seorang gurunya membawa dia melakukan tes darah.

Sebelum itu, ayahnya meninggal akibat AIDS sedangkan ibunya mengalami penyakit yang serius.

Tanpa membuat tes kedua untuk konfirmasi, Suthida mulai mengambil obat antiretroviral setiap hari.

Setelah menikah dan melahirkan anak lima tahun lalu, Suthida menemukan anaknya negatif HIV.

Dan mengambil keputusan untuk melakukan tes lagi terhadap dirinya sendiri.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved