TribunSumsel/

Wow Lemang Bambu Asli Lubuklinggau Diminati Warga Jakarta,Ternyata Ini Penyebabnya!

Sesekali Megawati (50) mengelap keringat akibat panas dari tungku api pemanggangan lemang bambu‎. Tangannya pun terlihat begitu lincah membolak-balik

Wow Lemang Bambu Asli Lubuklinggau Diminati Warga Jakarta,Ternyata Ini Penyebabnya!
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Megawati bersama putra saat sedang memanggang lemang. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.Com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Sesekali Megawati (50) mengelap keringat akibat panas dari tungku api pemanggangan lemang bambu‎. Tangannya pun terlihat begitu lincah membolak-balik lemang yang akan dijual setiap harinya di Pasar Inpres dan Pasar Beduk Kota Lubuklinggau.

Megawati mengaku telah menjadi penjual lemang sejak tahun 2004 silam. Setiap hari, dibantu putranya, Hariadi (28), keduanya memanggang lemang mulai pukul 06.00 hingga pukul 12.00 WIB.

"Dalam sehari kami mampu memanggang lemang ‎sebanyak 200 batang, menghabiskan sekitar 15 kilogram ketan yang menjadi bahan dasar lemang bambu," ungkap Megawati saat dijumpai Tribunsumsel.Com, Minggu (4/6), Kelurahan Wira Karya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Bulan Ramadan pun menjadi berkah tersendiri bagi Megawati. Permintaan lemang bambu pun meningkat tajam dibanding hari biasanya. Jika di hari biasa ia hanya menghabiskan 15 kilogram, di Bulan Ramadan bisa menghabiskan hingga 45 kilogram ketan.

‎"Satu lemang kita hargai Rp 15 ribu. Dalam sehari keuntungan kita  bisa mencapai Rp 500 ribu," katanya.

Menurutnya, peningkatan permintaan di bulan Ramadan bukan hanya berasal dari masyarakat lokal Kota Lubuklinggau. Namun, banyak pula permintaan dari Palembang, Jakarta, hingga Surabaya.

Berbagai varian lemang pun bisa menjadi pilihan. Tak hanya lemang original atau rasa gurih, ada pula lemang gula merah, pisang, ketan hitam, dan juga tapai.

Ia juga menuturkan , rasa lemang buatannya jauh lebih enak, dari pada lemang-lemang lainnya yang di jual di pasaran. Karena lemang yang ia buat mempunyai ‎rasa yang garing, serta dapat bertahan selama hingga tiga hari lamanya.

Hanya saja ditengah permintaan yang semakin meningkat saat ini, ia pun mengeluhkan susahnya mencari bambu  yang semakin‎ susah di dapat di kota Lubuklinggau. Bahkan saat ini karena keterbatasan waktu Mega pun terpaksa memesan khusus dari daerah Kayu Ara, Kota Lubuklinggau

"Kendalanya ya paling agak sulit mendapatkan bambu, karena kita juga tidak bisa mencari sendiri," pungkasnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help