TribunSumsel/
Home »

Sumsel

» PALI

Sudah Tiga Tahun Berturut PALI Terbebas Dari Malaria

Seluruh Camat dan Direktur RSUD Talang Ubi serta kepala Puskesmas se-kabupaten PALI menandatangani komitmen

Sudah Tiga Tahun Berturut PALI Terbebas Dari Malaria
Istimewa
Bupati PALI Heri Amalindo, dikerumuni pelajar saat peringatan Hari Malaria Sedunia di Airitam PALI, Kamis (18/5) 

Untuk mensosialisasikan cegah malaria, Bupati menekankan kepada OPD terkait untuk bahu membahu dan bekerja sama mengajak masyarakat agar sadar tentang arti kebersihan.

"Tetap waspada terhadap penyakit malaria, dan untuk mensosialisasikannya,kami berharap kepada seluruh dinas terkait untuk bersatu padu bersama-sama mengajak masyarakat melakukan budaya hidup bersih.Mudah-mudahan kalau kita kompak penyakit malaria akan jauh dari Bumi Serepat Serasan," harapnya.

Semetara itu, Kepala dinas kesehatan Lydwirawan sekaligus ketua panitia peringatan hari Malaria Sedunia menyebutkan bahwa sasaran utama pembagian kelambu adalah anak-anak dan wanita hamil.

"Yang menjadi sasaran mendapatkan Kelambu yakni anak-anak dan ibu hamil. sebab pertumbuhan anak serta kesehatan ibu hamil harus diperhatikan untuk mencetak generasi sehat dan kuat. Untuk kegiatan ini, ada 35 anak yang menjadi peserta sunat masal.Selain itu juga, Dinkes menyediakan pelayanan kesehatan gratis serta pemeriksaan darah untuk mendeteksi penyakit malaria dan Aids. Untuk peserta sunat masal, kami bekerjasama dengan Dinas Sosial memberikan bingkisan kepada anak yang disunat," bebernya.

Diakhir kegiatan, Seluruh Camat dan Direktur RSUD Talang Ubi serta kepala Puskesmas se-kabupaten PALI menandatangani komitmen pemeliharaan eliminasi malaria di saksikan Bupati PALI.

Adapun isi komitmen tersebut adalah:
1.Memberdayakan dan menggerakkan masyarakat untuk mendukung secara efektif upaya eliminasi malaria.
2.melalukan penemuan dini dan pengobatan secara tepat.
3.menyelenggarakan sistem surveilans, monitoring dan evaluasi serta informasi kesehatan yang baik harus dipertahankan.
4.meningkatkan cakupan penemuan penderita malaria dengan konfirmasi laboratorium baik secara mikroskopis maupun RDT.
5.meningkatkan cakupan penemuan dan pengobatan penderita secara pasif melalui Puskesmas pembantu,upaya kesehatan berbasis masyarakat (antara lain poskesdes, posyandu, posmaldes).
6 meningkatkan upaya pemeliharaan lingkungan yang bersih dan sehat disetiap desa agar genangan-genangan air tidak menjadi tempat yang subur untuk berkembang biak nyamuk pembawa penyakit.
7.meningkatkan edukasi sosialisasi dan advokasi kepada masyarakat agar mereka sadar waspada terhadap penyakit malaria dan dilaksanakan melalui berbagai cara dan media.

Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help