TribunSumsel/

Setelah Didesak Akhirnya Terungkap Gaji Honorer Kelurahan Dibayar Dari Potongan Insentif Ketua RT

Pemotongan gaji perangkat kelurahan tersebut menurut keterangan para perangkat Lurah sudah terjadi sejak Lurah Rosdiana menjabat sebagai kelurahan.

Setelah Didesak Akhirnya Terungkap Gaji Honorer Kelurahan Dibayar Dari Potongan Insentif Ketua RT
Net
Rupiah 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Perangkat kelurahan dusun Martapura, Kabupaten OKU Timur melaporkan lurah atas nama Rosdiana SE karena diduga melakukan pemotongan terhadap gaji perangkat desa.

Pemotongan gaji perangkat kelurahan tersebut menurut keterangan para perangkat Lurah sudah terjadi sejak Lurah Rosdiana menjabat sebagai kelurahan.

Sebenarnya pemotongan yang sesuai kesepakatan hanya sebesar Rp 25 Ribu yang diperuntukkan untuk membayar honor petugas kebersihan.

"Kalau pemotongan untuk petugas kebersihan kami sepakat. Setiap bulan kami hanya menerima gaji sebesar Rp. 85 ribu per bulan. Namun ternyata Gaji kami sudah naik menjadi Rp. 140 ribu. Jadi gaji kami dipotong tanpa diketahui sebesar Rp. 30 ribu," ungkap salah satu RT yang meminta namanya dirahasiakan.

Menurut sumber tersebut, setelah mengetahui kalau gaji RT/RW ada kenaikan, mereka kemudian menanyakan dan mendesak oknum lurah tersebut untuk mengaku.

Yang kemudian diakui oleh lurah tersebut pemotongan tersebut diperuntukkan untuk gaji pegawai kelurahan yang ada.

"Kalau tidak didesak dia mungkin tidak mengaku. Alibinya pemotongan itu untuk pegawai kelurahan yang masih honor," kata sumber tersebut.

Menurut RT tersebut, seluruh RT saat ini sedang diperiksa oleh unit pidana korupsi Mapolres OKU Timur.

Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help