TribunSumsel/

Petani Membantu Orang Jatuh Ke Gua, Namun Apa Ia Temukan Sungguh Mengejutkan!

Menjelajahi kawasan baru seperti hutan, pengunungan, ataupun goa.Tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi semua orang.

Petani Membantu Orang Jatuh Ke Gua, Namun Apa Ia Temukan Sungguh Mengejutkan!
wereblog

Baca Juga : Cie, Firza Husein Tanyakan Hal Ini pada Rizieq Shihab

Sementara itu, berdasarkan sejarah, orang suku Maya percaya bahwa dunia bawah gua adalah rumah bagi dewa-dewa yang mengendalikan curah hujan dan panen.

Dengan demikian mereka sering memberi hadiah jagung, jagung, hewan, biasanya dalam mangkuk keramik, dan bahkan pengorbanan manusia untuk menyenangkan para dewa dan membalasnya dengan kebaikan .

Seperti memperbaiki kesehatan anggota kelompok tertentu, atau memperbaiki keseluruhan kekayaan masyarakat.

child-sacrifice

sumber : wereblog

Mereka mengira mereka 'memberi makan' para dewa dengan membunuh manusia karena mereka percaya bahwa manusia dibuat dari jagung atau jagung dan sejenisnya.

Anak-anak dan perempuan sering dikorbankan karena mereka dipandang sebagai anggota masyarakat yang paling murni.

Baca Juga : Suami Tampak Bimbang, Istri Takut Diselingkuhi, Tapi Malam Itu Semuanya Terbongkar

Baca Juga : Berniat Pinjam Uang Pada Teman, Malah Ditraktir Makan Mie, Kejadian Selanjutnya Ternyata

Dalam banyak kasus, hati orang-orang yang dikorbankan diekstraksi dan dipresentasikan kepada para dewa secara terpisah, dan juga sebagai darah.

Manusia kurban sering dicat biru untuk melambangkan bahwa mereka dibunuh untuk para dewa dan tidak dibunuh untuk tujuan lain.

Penulis: Mochamad Krisnariansyah
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help