TribunSumsel/

Pengantin Wanita Menangis di Malam Pertama, Bukannya Berbulan Madu, Suami Menyuruhnya Begini

Keduanya masih saling terdiam di atas ranjang, hanya sekali-kali beradu pandang. Tiba-tiba telepon genggam suami berbunyi.

Pengantin Wanita Menangis di Malam Pertama, Bukannya Berbulan Madu, Suami Menyuruhnya Begini
Kolase Tribunsumsel.com/ Net
Ilustrasi 

Laki-laki itu kemudian memberitahu istrinya bahwa teman-temannya akan datang. “Kita siapkan makan malam untuk mereka ya, mereka datang dari jauh. Tadi mobilnya mogok. Insya Allah ini bagian dari memuliakan tamu,” sang istri mengangguk. Meskipun dalam hati ia sebenarnya agak keberatan ada tamu di malam pertama mereka.

Sang suami pamit keluar untuk ke supermarket terdekat. Tak seberapa lama, ia pun kembali sambil membawa beberapa kantong belanjaan. Betapa terkejutnya sang istri, rupanya suaminya membeli bahan-bahan mentah. Bukan makanan yang sudah jadi.

“Tolong masakkan untuk tamu kita ya,” kata sang suami. Mendengar ini, tangis sang istri hampir pecah. Ia disuruh masak di malam pertama? Tapi demi mentaati suami yang baru malam ini mereka berduaan, sang istri tidak protes. Ia bergeges pergi ke dapur yang lokasinya menyatu dengan ruang tamu apartemen itu.

Sang suami tidak tahu, saat mulai memasak, mata istrinya sudah berkaca-kaca. Ia tak habis pikir mengapa ia harus masak di malam pertama. Ada butir-butir bening mulai membasahi pipinya.

Bel berbunyi. “Assalamu’alaikum…” ucap salam terdengar serentak saat sang suami membukakan pintu. Rupanya teman-temannya telah datang, tepat di saat istrinya hampir selesai memasak.

Melihat pengantin wanita itu memasak, 10 pemuda itu terpana. Mereka tak menyangka bahwa mereka akan dijamu dengan makan malam yang dimasak oleh pengantin baru.

Selesai makan dan mengucapkan selamat serta sedikit bincang-bincang, mereka undur diri. Tak lupa mereka meminta maaf karena telah mengganggu.

Ketika sang suami mengantar mereka ke depan pintu ruang apartemen, istrinya membatin. “Mungkin sebaiknya besok aku minta diantar pulang ke rumah orangtua.” Namun betapa terkejutnya muslimah itu, sang suami masuk ke apartemen sambil memberikan uang 50 ribu riyal kepadanya.

“Apa ini?”

“Ternyata tadi teman-temanku saling berjanji satu sama lain, jika engkau mau memasak di malam pertama ini, masing-masing mereka akan memberikan 5.000 riyal. Dan mereka tidak membayangkan ada istri shalihah sepertimu yang mau memasak di malam pertama demi menghormati tamu suaminya.”

Halaman
123
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help