TribunSumsel/

Musim Depan, Diving di Liga Inggris Berbuah Larangan Bertanding

Liga Inggris akan punya peraturan baru terkait diving mulai musim depan. Pemain yang bersandiwara dan berpura-pura cedera

Musim Depan, Diving di Liga Inggris Berbuah Larangan Bertanding
Young punya reputasi sebagai tukang diving andal. 

TRIBUNSUMSEL.COM-Liga Inggris akan punya peraturan baru terkait diving mulai musim depan. Pemain yang bersandiwara dan berpura-pura cedera akan diganjar dengan larangan bermain.

Asosiasi Sepak Bola Inggris FA memutuskan hal tersebut pada Kamis (18/5/2017).

Terhitung mulai musim 2017-2018, sebuah panel khusus akan meninjau ulang rekaman pelanggaran yang terjadi di Liga Inggris.

Jika rekaman tersebut menunjukkan ada pemain yang melakukan diving, FA akan memberlakukan larangan bermain satu kali.

Pemain yang bersandiwara diberi sanksi karena dianggap berbohong kepada wasit.

Jenis diving yang menjadi prioritas FA adalah diving yang membuahkan penalti atau menyebabkan pemain lawan diusir dari lapangan karena kartu merah.

Panel yang bertugas meninjau rekaman pertandingan terdiri dari tiga orang; mantan wasit, mantan pelatih, dan mantan pemain.

Liga Inggris bukan liga pertama yang menerapkan aturan semacam ini. Negara tetangga mereka, Skotlandia, sudah memberlakukan hukuman bagi pemain yang diving sejak 2011.

Aturan baru FA ini tentu saja mengundang pro dan kontra. Pelatih Burnley, Sean Dyche, pada Desember 2016 mengatakan bahwa diving bisa hilang sepenuhnya dalam enam bulan jika denda semacam ini diberlakukan.

Sebaliknya, pelatih Crystal Palace, Sam Allardyce, tidak setuju.

"Peraturan ini tidak masuk akal. Bagaimana dengan pemain yang mendapat kartu kuning karena dianggap diving, padahal tidak? FA akan mengatakan bahwa mereka akan merevisi aturan tersebut dan pada akhirrnya harus menghapusnya," kata Allardyce.

Aturan baru FA ini pun mendapat respon positif dari publik Inggris. Jajak pendapat yang dilakukan BBC bisa jadi indikasi.

Sebanyak 92 persen peserta jajak pendapat menilai denda ini adalah gagasan yang baik, sementara yang tidak setuju hanya delapan persen.

Editor: Muhamad Edward
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help