TribunSumsel/

Penyidik KPK Disiram Air Keras

Keponakan Muchtar Effendi Ditangkap Polisi Diduga Terlibat Penyerangan Novel

Miko merupakan keponakan tersangka suap di MK Muhtar Efendi yang pernah diperiksa Novel sebagai saks

Keponakan Muchtar Effendi Ditangkap Polisi Diduga Terlibat Penyerangan Novel
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Miko Panji Tirtayasa memberikan kesaksian dalam persidangan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, Senin (7/4/2014). Miko dikawal ketat oleh pihak kepolisian menyusul dugaan ancaman keselamatan jiwanya. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNSUMSEL.COM-Tim Polda Metro Jaya menangkap Miko Panji Tirtayasa atas dugaan keterlibatan penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Miko merupakan keponakan tersangka suap di MK Muhtar Efendi yang pernah diperiksa Novel sebagai saksi.

"Sudah (diamankan), saudara Miko ini begitu videonya viral di medsos, saya juga kontak dengan pak Ketua KPK, Dan Ketua KPK juga meminta untuk sama-sama Polri dan KPK melakukan pencarian," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di PTIK, Jakarta, Kamis (18/5/2017) malam.

"Dari Polri, kemudian berhasil mengamankan saudara Miko ini dan sudah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap yang bersangkutan dan mengenai isinya saya kira bisa disampaikan oleh Kadiv Humas atau Kabid Humas Polda Metro secara detilnya nanti," sambungnya.

Tito menceritakan, ditangkapnya Miko adalah dari bagian penyelidikan secara deduktif atau keterkaitan motif terhadap penyerangan yang dialami oleh Novel.

Pada beberapa waktu lalu beredar video berisi berawal seorang pria mengaku sebagai Miko Panji Tirtayasa selaku keponakan Muhtar Efendi.

Ia mengaku terpaksa memberikan keterangan bohong di proses penyidikan KPK dan persidangan kasua suap Akil Mochtar karena ancaman Novel Baswedan dkk. dan dibayar dengan transfer dana dari pihak KPK.

"Dia (Miko) sudah diperiksa, sudah diamankan dan sudah dicek semua apa yang dia sebutkan itu dicek bukti-buktinya. Kalau dia mengatakan ada tekanan atau ada keterangan palsu sudah dicek juga saksi-saksi, kemudian dokumen-dokumen, transfer bank juga segala macam," kata Tito.

"Hal ini juga kami akan sampaikan dan besok dari Dirkrimum Polda akan menyampaikan paparan kepada ketua KPK, mengenai hasil temuan ini," Tito menambahkan.

Baca: KPK Ingin Dilibatkan dalam Penyelidikan Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Sebelum Miko Panji Tirtayasa, pihak Polda Metro Jaya juga sempat menangkap tiga orang, yakni H, M dan AL, karena diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan di dekat rumah, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017.

Penangkapan ketiganya berdasarkan petunjuk foto dan rekaman CCTV dari warga dan dari Novel sendiri.

Namun, akhirnya ketiga orang itu dilepaskan karena polisi tidak cukup bukti untuk menetapkannya sebagai tersangka.

Ketiganya juga bisa membuktikan alibinya perihal keberadaan mereka sebelum, saat dan setelah hari kejadian penyerangan yang menimpa Novel.

Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help