TribunSumsel/

Berikan Kuliah Umum di Oxford, Wapres Jusuf Kalla Bilang Begini Soal Islam dan Ahok

Di tengah aksi protes dan kritikan tajam, Kalla menyampaikan kuliah umum mengenai kehidupan "Islam Jalan Tengah" atau Islam toleran Indonesia

Berikan Kuliah Umum di Oxford, Wapres Jusuf Kalla Bilang Begini Soal Islam dan Ahok
Icha Rastika
Wakil Presiden Jusuf Kalla seusai bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. 

Wapres Kalla meminta dunia internasional untuk menghormati proses hukum menyangkut vonis Ahok dalam kasus penistaan agama.

"(Ahok) menyindir bahwa lawan-lawannya telah menggunakan sebuah ayat Al Quran untuk mengelabui orang agar tidak memilih dia. Hal ini menyebabkan serangkaian demonstrasi damai di Jakarta," demikian Deutsche Welle mengutip keterangan Wapres Jusuf Kalla.

Kalla dikritik

Sebelum acara di universitas itu dimulai, seorang perempuan keturunan Indonesia di Inggris bernama Mariella Djorghi, melakukan aksi protes, demikian dilaporkan Oxford Mail.

Mariella telah menulis surat kepada Wakil Kanselir Universitas Oxford Louise Richardson bahwa Kalla dinilainya dia tidak layak untuk membahas "Islam moderat".

Protes Mariella telah didukung oleh Asosiasi Kristen Pakistan Inggris (BPCA) yang telah mengajukan sebuah petisi.

Ia memprotes vonis terhadap Ahok yang dipenjara dua tahun dalam kasus penodaan agama Islam.

Mariella datang membawa beberapa papan bertulisan "Boo to Jusuf Kalla", "Stop Prosecution to Christians", dan poster Anies Baswedan dengan tulisan "Pilihan Jusuf Kalla untuk Gubernur Jakarta".

Ketua BPCA Wilson Chowdhry mengatakan, pihaknya mendukung aksi Mariella dan aksi kemanusiaan lainnya sebagai ungkapan keprihatinan yang mendalam atas dukungan Kalla terhadap kandidat dari Muslim untuk jabatan gubernur DKI Jakarta.

"Saya bergabung dengan Mariella dan kemanusiaan lainnya untuk mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas dukungan yang bias yang diberikan Wakil Presiden (Kalla) kepada seorang kandidat Islam untuk jabatan gubernur Jakarta yang secara luas dikritiknya.”

Editor: M. Syah Beni
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help