TribunSumsel/

Tanah Masjid dan Sekolah Yayasan Dipagar Orang yang Mengaku Pemilik Sahnya, Warga Jadi Geram

Agustina tersebut mengaku telah membeli kepada seorang ahli waris dengan harga Rp 2 miliar tersebut.

Tanah Masjid dan Sekolah Yayasan Dipagar Orang yang Mengaku Pemilik Sahnya, Warga Jadi Geram
tribunsumsel.com/Sri Hidayatun
Warga jalan Dwikora II YKP II Kelurahan Demang Lebar Daun kecamatan Ilir Barat 1 mendadak heboh ketika salah satu perempuan bernama Agustina Novitasari beserta tim melalukan pemagaran tanah yang berada di lingkungan Masjid Al Ikhlas. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG- Warga jalan Dwikora II YKP II Kelurahan Demang Lebar Daun kecamatan Ilir Barat 1 mendadak heboh ketika salah satu perempuan bernama Agustina Novitasari beserta tim melalukan pemagaran tanah yang berada di lingkungan Masjid Al Ikhlas.

Dari pantauan Tribunsumsel.com di lapangan, tanah seluas 700 meter ini pun dipagari dengan kayu gelam dan ditutupi sebagian dengan seng.

Tak hanya itu, ada juga sebuah plang betuliskan "Dilarang masuk melanggar pasal 167 ayat 1 KUHP tanah milik adv Agustina Novitasarie SH dalam pengawasan kantor hukum polis Abdi hukum adv Redho Junaidi SH.

Saat warga mendatangi lokasi tanah yang masih milik yayasan Al Ikhlas ini pun, tim yang mengklaim pemilik tanah ini pun sempat berdebat dengan warga sekitar.

Pengurus Masjid, Amir mengatakan tanah ini dahulunya adalah tak ada pemiliknya.

lalu, kesepakatan warga tanah ini pun rencananya akan dibuat jalan.

Akan tetapi tak jadi namun dibuat sekolah dan masjid.

"Jadi tanah ini dikelola oleh yayasan dan dibangun sebuah Masjid yang beri nama Masjid Al Ikhlas dan di sampingnya dibangun sebuah sekolah atau yayasan, " ujar pemuka agama ini.

"Nah, lalu tiba-tiba tahun 2016 lalu datanglah orang yang mengaku sebagai pemilik tanah tersebut, " ujarnya.

"Tanah ini jelas mba, karena itu kami bersama warga merasa marah karena ada yang mengaku ini, " ungkap dia.

Sementara itu, Kuasa Hukum Yayasan Al Ikhlas, Titis Rahmawati mengatakan pihaknya mendapatkan informasi warga bahwa sekelompok orang telah melakukan pemagaran di tanah tersebut.

Sambungnya, Agustina tersebut mengaku telah membeli kepada seorang ahli waris dengan harga Rp 2 miliar tersebut.

"Perkara ini sudah kita laporkan ke Polresta Palembang pada tahun 2016 lalu. Kita laporkan pada saat itu telah dipasang palang namun hingga saat ini tak belum ada perkembangan, " ungkap dia.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help