TribunSumsel/

Mahasiswa Diwajibkan Menulis Penelitian Beraksara Arab Melayu

Menurut Abdurahmansyah, pencarian naskah dan kitab klasik yang ditulis ulama ini tentu menambah sumber penelitian bagi akademik.

Mahasiswa Diwajibkan Menulis Penelitian Beraksara Arab Melayu
Tribunsumsel.com/Slamet Teguh Rahayu
Wakil Direktur PPs UIN Raden Fatah, Abdurrahmansyah 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Program Pascasarjana (PPs) Univesitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah tengah serius untuk mengembangkan pusat peradaban Islam melayu di kampusnya.

Untuk itu, PPs UIN Raden Fatah mewajibkan mahasiswanya untuk menuliskan hasil penelitiannya menggunakan aksara arab melayu.

Aksara Arab Melayu itu, nantinya dituliskan dalam bentuk abstrak dan kesimpulan tesis maupun disertasi mahasiswa.

"Kampus ini memng mempunyai ciri khas, yakni pengembangan peradaban Islam melayu nusantara. Sehingga dari kurikulum hingga penelitian arus berbasis islam melayu," ujar Wakil Direktur PPs UIN Raden Fatah, Abdurrahmansyah saat dibincangi.

Pengembangan khasanah islam melayu nusantara menjadi prioritas PPs‎ UIN Raden Fatah untuk memantapkan kualitas alumni dan menjadi daya tarik dari dunia internasional.

Menurutnya, sejak kampus UIN menerjunkan tim untuk mencari naskah kuno yang tersebar di beberapa daerah, sudah banyak peneliti dari luar yang tertarik ingin menggunakan naskah kuno ini.

"Saat ini kita sudah mengumpulkan 10 naskah kuno, bahkan ada keluarga yang secara sukarela menghibahkan naskah kuno tersebut kepada pihak UIN Raden Fatah," terangnya.

Menurut Abdurahmansyah, pencarian naskah dan kitab klasik yang ditulis ulama ini tentu menambah sumber penelitian bagi akademik.

Ke depan PPs UIN Raden Fatahpun berencana untuk membuka prodi baru, yakni interdisiliner jenjang magister dan doktor.

"Nantinya juga kita akan kerjasama dengan Newcastle University Australia," katanya.

Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help