TribunSumsel/

Kerajinan PALI Unjuk Gigi di Ajang Sumsel Expo

Banyaknya kerajinan tangan ditampilkan, ia mengharapkan, setiap desa menghasilkan produk-produk kerajinan disamping ada produk unggulan perkebunan

Kerajinan PALI Unjuk Gigi di Ajang Sumsel Expo
Istimewa
Pada Sumatera Selatan Expo 2017, kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar sejumlah kerajinan tangan khasnya.

PALEMBANG - Pada Sumatera Selatan Expo 2017, kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar sejumlah kerajinan tangan khasnya.

Kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan ini jug fokus pengembangan produk UMKM-nya.

Adapun yang ditampilkan, seperti Ambung, kerajinan terbuat dari rotan yang biasanya digunakan untuk berkebun, peralatan rumah tangga, dan lainnya.

Lalu, ada bakul bemate persegi empat bertutup, caping ayaman bambu berbentuk topi.

Lainnya, Niru merupakan peralatan ibu-ibu membersihkan beras, ada gelang ribu-ribu terbuat dari akar kayu ribu-ribu dikombinasikan dengan rumput sambau yang biasa digunakan sebagai perhiasan anak putri, remaja hingga kalangan ibu rumah tangga. 

Ketua PKK Kabupaten PALI, Hj Sri Kustina, Senin (15/5/2017) mengatakan temanya, mengangkat rumah produk kerajinan di masing-masing kecamatan. 

"Mulai dari batok kelapa, bambu, rotan, batik dan lainnya. Ada juga gelang ribu-ribu terbuat dari pohon semak,"jelasnya. Pemkab PALI, mewakili PKK se-Sumsel untuk mengisi stand di dekranasda Sumatera Selatan. 

Dengan banyaknya kerajinan tangan ditampilkan, ia mengharapkan, setiap desa menghasilkan produk-produk kerajinan disamping ada produk unggulan dari berkebunan. 

Apalagi, Pemkab PALI mendukung penuh perkembangan Usaha Kecil Mikro dan Menengah atau UMKM. Melalui beragam kegiatan kepelatihan para pelaku usaha tersebut.

"Ada pelatihan yang kami (Pemkab PALI,red) terus lakukan,"kata dia. 

Hal serupa diungkapkan, H Heri Amalindo, M.M. merupakan Bupati PALI.

"Pembinaannya melalui PKK, memberikan bantuan dana untuk pelatihan dan permodalan,"katanya.

Sumsel Expo resmi dibuka, Senin (15/5/2017). Even yang akan digelar hingga 20 Mei tersebut di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB) diharapkan mampu memacu produk dan  hasil kerajinan Bumi Sriwijaya agar lebih dikenal. 

Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help