TribunSumsel/

Warga Hadang Truk Batubara Melintas Siang Hari, Jangan Sampai Ada Korban Kecelakaan Baru Bertindak

Bahkan dua truk angkutan khususnya truk angkutan batubara melintas konvoi dengan jarak antar mobil sekitar 5 sampai 10 meter.

Warga Hadang Truk Batubara Melintas Siang Hari, Jangan Sampai Ada Korban Kecelakaan Baru Bertindak
Tribunsumsel.com/Edison
Beberapa truk batubara melintas siang hari di Jalan Lingkar Timur Prabumulih, Rabu (17/5/2017). Truk-truk tersebut membuat kendaraan lain seperti angkot kesulitan melintas. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Masyarakat kota Prabumulih khususnya para pengendara kendaraan bermotor yang melintas Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Lingkar Timur pada siang hari, sejak beberapa pekan terakhir terus mengeluh.

Pasalnya, truk angkutan batubara bebas melintas di siang hari, padahal sesuai Peraturan Gubernur Sumsel tentang truk batubara dan kayu hanya boleh melintas antara pukul 18.00-06.00.

Pantauan Tribunsumsel.com di lapangan, beberapa bulan terakhir truk angkutan batubara bebas melintas pada siang hari di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Lingkar Timur Prabumulih.

Bahkan dua truk angkutan khususnya truk angkutan batubara melintas konvoi dengan jarak antar mobil sekitar 5 sampai 10 meter.

Tidak hanya itu, konvoinya truk batubara di siang hari juga menumbulkan jalan dipenuhi debu.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di sekitar jalan kesulitan menyeberang jalan dan penuh debu, sementara para pengendara yang melaju dibelakang truk konvoi kesulitan mendahului lantaran truk lamban serta memenuhi jalan.

"Sekarang ini sudah bebas sekali truk angkutan khususnya truk batubara melintasi jalan di Prabumulih baik jalan jenderal Sudirman maupun jalan lingkar timur pada siang hari, mereka sudah tidak lagi menghiraukan adanya peraturan gubernur," ungkap Sahrianto (40) satu diantara warga di Jalan Lingkar Timur Prabumulih ketika diwawancarai, Rabu (17/5/2017).

Menurut Sahrianto, saat ini baik dinas perhubungan maupun kepolisian tidak ada lagi yang mengatur dan melarang truk-truk tersebut melintas siang hari, padahal sangat mengganggu serta membahayakan masyarakat khususnya pengendara.

"Jalan rusak makin parah, penuh debu, apalagi konvoi ramai bisa membuat kemacetan. Kami heran polisi dan dishub tidak ada tindakan, sementara kalau masyarakat yang mengatur melarang melintas malah ditangkapi," katanya.

Halaman
12
Penulis: Edison
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help