TribunSumsel/

Pemkot Linggau dan Muratara Lamban Salurkan Beras Rastra.

Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Kota Lubuklinggau, Joko Susilo mengeluhkan lambannya pemerintah Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Uta

Pemkot Linggau dan Muratara Lamban Salurkan Beras Rastra.
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Kota Lubuklinggau, Joko Susilo saat sedang mengecek gudang penyimpanan beras di gudang bulog Lubuklinggau. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- ‎ Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Kota Lubuklinggau, Joko Susilo mengeluhkan lambannya pemerintah Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengurus penyaluran beras sejahtera (rastra) untuk masyarakat miskin di wilayah tersebut.

Keluhan tersebut bukannya tanpa alasan, pasalnya sejak periode bulan Januari sampai dengan bulan Mei sekarang. Kedua wilayah itu ‎belum sama sekali menyalurkan beras rastra kepada masyarakat miskin. Sehinga menyebabkan beras-beras rastra menumpuk di Kantor Logistik lubuklinggau.

"Apabila tidak disalurkan dalam waktu dekat beras rastra itu bisa mengalami kerusakan dan berkutu. Tapi untuk sekarang masih aman dan ‎kondisinya masih dalam keadaan bagus, namun jika tiga bulan kedepan tidak diambil pasti rusak," ucapnya saat berbincang dengan Tribunsumsel.Com, Selasa (16/5/2017).

Untuk itu, Bulog meminta supaya Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Muratara cepat-cepat melakukan pengambilan.‎ Meski pun keterlambatan itu bukan hanya dialami oleh Kota Lubuklinggau dan Muratara saja. Namun hampir semua wilayah dari 17 kabupaten Kota di Sumatra Selatan (Sumsel) mengalami keterlambatan.

Penyebabnya tak lain karena masalah perubahan pagu.Namun, untuk kabupaten Musi Rawas (Mura) sudah melakukan penyaluran dari awal Januari sampai dengan bulan April. Hanya saja ‎untuk bulan Mei baru berapa kecamatan yang sudah melakukan penyaluran, yakni Kecamatan Tuah Negeri, Sumber Harta, Muara Kelingi, dan BTS Ulu.

"Pengambilannya juga tidak dilakukan secara serentak, karena setiap kecamatan pengambilannya tidak sama, ada yang mengambil setiap bulan dan ada yang dua bulan sekali," katanya.

Sedangkan untuk stok yang tersedia di gudang Bulog Lubuklinggau saat ini sebanyak 1500 ton. Dari jumlah total jumlah itu beras rastra tiga wilayah Mura, Lubuklinggau dan Muratara sebanyak 680 Ton. Dengan harga tebus Rp 1600 ratus per kilogram.

"Intinya kita mengimbau kepada pemerintah kota Lubuklinggau dan Muratara untuk secepatnya melakukan pengambilan beras rastra ini. Supaya jangan sampai numpuk," singkatnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help