TribunSumsel/

Anggaran Infrastruktur Terbatas, Buka Keran Dana Pusat

Permasalahannya bermacam-macam mulai dari faktor geografis, curah hujan hingga kelebihan tonase kendaraan yang melewati jalan Kabupaten di Sumatera.

Anggaran Infrastruktur Terbatas, Buka Keran Dana Pusat
Istimewa
Bupati OKI, H Iskandar, SE memimpin Para Kepala Daerah se pulau Sumatera yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten (APKASI) Regional Sumatera melakukan rapat koordinasi dalam rangka mempercepat pembangunan pulau Sumatera di Ball Room Sekretariat Apkasi, Jakarta, Senin (15/5/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA- Infrastruktur wilayah menjadi permasalahan pelik banyak daerah di Sumatera.

Permasalahannya bermacam-macam mulai dari faktor geografis, curah hujan hingga kelebihan tonase kendaraan yang melewati jalan Kabupaten di Sumatera.

Selain itu, faktor utama yang menyebabkan hancurnya infrastruktur di Sumatera karena keterbatasan anggaran Pemda untuk membiayai pembangunan dan perawatan jalan.

Persoalan infrastruktur ini jadi bahasan utama para Bupati se Sumatera yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Indonesia (APKASI) regional Sumatera yang melakukan rapat koordinasi di sekretariat APKASI di Jakarta, Senin (5/6) kemarin.

Rapat yang dipimpin Koordinator APKASI regional Sumatera H. Iskandar, SE yang juga Bupati OKI mengatakan kerusakan infrastruktur di daerah juga memerlukan perhatian pemerintah pusat dan Provinsi.

“Daerah mengalami kesulitan untuk membangun dan memelihara infrastruktur. Masalah ini patut menjadi perhatian bersama, sehingga perlu menjadi rekomendasi kita ke pemerintah pusat” ungkap Iskandar.

Permasalahan ini semakin pelik menurut dia seiring pemangkasan dana bagi hasil (DBH) dari pusat.

"Kita semua memang sedang berhemat sehingga berpengaruh terhadap perbaikan infrastruktur yang kita rencanakan" pungkas dia.

Iskandar mencontohkan di Kabupaten OKI, anggaran infrastruktur jalan yang tersedia berkisar 200 Milyar dari APBD 1,9 triliyun. Jumlah ini menurut dia jauh dari cukup untuk memperbaiki total panjang jalan kabupaten yang mencapai 15.000 km. Ditambah lagi kontur jalan yang dibangun sebagian besar berada di atas lahan gambut.

Kepala Dinas PU Tata Ruang Kabupaten OKI, Ir. H. Hafidz, MM dikesempatan lain mengatakan membangun jalan di lahan gambut membutuhkan biaya lebih besar.

Halaman
12
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help